4 malam yang gila

817 Words
suara musik memekakan telinga. lampu kerlap kerlip menghiasi sebuah pesta. pesta yang begitu mewah. pesta salah seorang teman Meri dari dunia model. menurut yang mereka ketahui pesta yang diadakan di sebuah ballroom hotel mewah ini adalah pesta anak seorang pejabat yang berkecimpung juga di dunia model sama seperti meri.tak heran bila semua tamu yang datang adalah tamu dari kalangan elite kota ini. bahkan ada juga yang datang dari luar kota dan luar negeri. dengan memakai dress ketat berwarna hitam yang sexy Rumi dan Meri menghadiri pesta itu. mereka berdua memakai dress dengan warna yang senada hanya saja potongan dan tampilannya yang sedikit berbeda. saat Rumi memasuki ruangan semua mata tertuju kepadanya dan Meri. Meri hampir mengenal semua tamu yang datang karena hampir sebagian mereka merupakan para model papan atas. sedangkan wajah yang dimiliki oleh Rumi menjadi perhatian setiap mata yang memandang. perpaduan antara manis dan sexy membuat Rumi bagaikan angin sejuk dimusim kemarau bagi para pemuda. acara yang digelar bernuansa party bebas. bagi yang ingin menggerakkan tubuhnya mengikuti alunan musik DJ telah disediakan lantai dance floor di acara itu. awalnya Rumi menikmati pestanya dengan perasaan membosankan. setiap ia terlibat obrolan dengan tamu tamu disana selalu saja membincangkan seputar harta dan karier mereka. sungguh itu memuakkan bagi nya. sedang Meri sudah entah kemana bersama teman teman modelnya. Rumi tidak ingin membatasi Meri dipesta ini harus bersamanya. ia tidak ingin Meri merasa tidak enak bila harus meninggalkan ia untuk mengobrol dengan rekan sejawatnya. untuk itu Rumi menyuruh Meri bergabung dengan teman teman modelnya yang lain. Rumi tidak ingin Meri di cap sombong karena harus selalu bersamanya. Rumi berusaha mengusir kebosanannya dengan menari di dance floor sambil menunggu Meri mengobrol dengan yang lain. gerakan tubuhnya membuat ia sedikit melupakan kesepiannya. padahal ia saat ini berada di tempat yang ramai. sepasang mata yang tajam memperhatikannya dari salah satu meja di sudut. seorang pria tampan yang sebenarnya malam ini menjadi sorotan dipesta itu. seorang pria cool yang sukses dengan bisnisnya. ia merupakan ekskutif muda yang banyak di incar para model papan atas. wajah yang tampan dan kekayaan yang paripurna membuat para gadis rela mengemis kepadanya. "... siapa dia.." ucap pria itu kepada asisten pribadinya.sambil matanya menatap tajam kepada Rumi yang sedang menggerakkan tubuhnya mengikuti alunan musik yang ada. seperti sebuah mesin pemindai tak berkedip. ".. sepertinya gadis itu salah satu teman dari model disini tuan.." jawab asisten nya itu. senyum mengembang dibibir tipisnya. merasa tertarik dengan wanita yang saat ini sedang di lihatnya. baru kali ini ia merasa berdebar ketika melihat seorang wanita hanya dari kejauhan. rasa penasaran membuatnya ingin mengetahui siapakah sebenarnya gadis itu. lelah menari Rumi menghampiri seorang pramusaji. mengambil segelas minuman yang beralkohol cukup tinggi. ia tidak mengerti mengapa ia merasa begitu sedih. rasa sedih nya timbul manakala tadi ia melihat sang pemilik pesta pada malam ini begitu di cintai dan disayangi kedua orang tuanya. ada rasa iri menelusup hatinya. tanpa Rumi menyadari ia telah menegak begitu banyak minuman. sehingga membuat keadaanya sedikit mabuk. ia memilih keluar dari pesta. namun ia tidak ingin pulang. ia mengirimkan pesan pada Meri bahwa ia akan pergi duluan dari pesta itu. ia juga meminta Meri untuk membawa mobilnya saja pulang nanti. Rumi berjalan sempoyong di koridor hotel. karena mabuk ia menjadi tersesat untuk keluar dari hotel itu. saat ia berjalan dua orang lelaki tak dikenal menghampiri nya. lelaki dengan tatapan lapar memindai tubuhnya. lirikan penuh makna dari salah satu lelaki itu di layangkan kepada temannya.seperti memberi kode. dengan secara bersamaan lelaki yang menatap tajam di pesta tadi mengetahui apa yang terjadi pada gadis yang menari tadi. ia langsung menghampiri kedua lelaki tadi yang berusaha membujuk Rumi. "... apa yang kalian lakukan dengan kekasih saya.." ucap pria itu kepada kedua lelaki tadi. "... sorry bro kita kita cuma mau nolongin dia ajah. soalnya di terlihat tersesat karena mabuk.." jawab salah satu lelaki sambil mengajak temannya untuk pergi. sementara Rumi sudah meracau dan berlaku seperti orang gila. pria tadi menuntun Rumi kesebuah kamar hotel. ia tidak tahu dimana Rumi tinggal untuk mengantarkannya. seperti gayung bersambut apa yang diinginkannya tadi saat melihat Rumi menari tersampaikan. namun keraguan menyelimuti hatinya. seandainya saja ia melakukan apa yang ada di otaknya. bukankah ia seperti lelaki b******n. yang mengambil kesempatan dalam kesempitan. yang memanfaatkan wanita mabuk untuk menyalurkan hasrat nya. sungguh ia tidak ingin menjadi Pria seperti itu. ia adalah pria yang terhormat seorang pria yang mempunyai harga diri. malam ini benar benar gila.sang pria harus meredam hasratnya yang bergelora. disaat hatinya bergetar kepada gadis itu. hanya sebuah kecupan untuk melampiaskan hasrat nya. dan saat ia mengecup bibir sang gadis mata gadis itu menatap nya dalam. dan tanpa aba aba sang gadis menarik tengkuknya balas mencium dirinya. ciuman yang lama yang begitu menggoda. sang pria cepat melepaskan diri pergi meninggalkan sang gadis sendirian dikamar hotel itu. ia tidak ingin berlama lama disana. takut sesuatu yang tidak di inginkan gadis itu terjadi. sambil berjalan jemarinya meraba bibirnya.sambil bergumam".. malam yang gila.."
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD