dua orang gadis sedang tertawa lepas disebuah pantai pada sore hari. mengisi waktu sorenya dengan menikmati sunset di pinggir pantai.duduk di hamparan pasir putih pantai ditemani gemuruh ombak di lautan.mereka tertawa bukan karena ada sesuatu yang lucu yang sedang mereka tertawaan. namun mereka sedang menertawakan bagaimana kehidupan mereka. dua sejoli yang bernasib sama. terlihat mempunyai kehidupan yang sempurna di mata orang namun kenyataannya sangatlah memilukan. Rumi dan Meri itulah nama kedua gadis yang sedang terlihat seperti orang gila. mereka bernyanyi dan menari tanpa rasa malu di lihat beberapa pasang mata. menghibur kehidupannya yang mengharukan. terlahir dari keluarga yang kaya raya Tak serta Merta menjadikan mereka bahagia. hidup kurang perhatian dan kasih sayang kedua orang tua. orang tuanya lebih mencintai kesuksesan mereka dari pada kebahagiaan anaknya.miris bukan. memang mereka di manjakan dengan harta dan kemewahan namun semua itu tak menjadikan mereka dua sejoli yang bahagia.mereka haus akan perhatian dan cinta.
"... nyokap bokap gue pergi lagi ke Amrik..." biasa besnes..." ucap Meri dengan nada dibuat buat apalagi ketika mengucapkan kata bisnis.
"... Dady gue ke Singapore... mommy gue ke Bali..." biasalah besnes.." balas Rumi tak kalah mengikuti gaya Meri saat mengucapkan kata bisnis.
dan mereka tertawa bersama lagi. Meri bekerja sebagai model padahal kedua orang tuanya menginginkan Meri mengikuti bisnis mereka. namun Meri lebih memilih model karena pemberontakannya sebagi bentuk protes berharap kedua orang tuanya melihat kearahnya.sedangkan Rumi lebih memilih membuka butik sendiri juga berlainan dengan kemauan Dady dan mommy nya yang mengharapkan ia menjadi salah satu CEO di perusahaan dadynya. Rumi lebih memilih usaha sendiri. bebas tidak ada yang akan mengaturnya. sedangkan menjadi CEO terlalu pusing memikirkan banyaknya pekerjaan dan aturan.
sudah sejak dua tahun yang lalu
awal perkenalan mereka saat menghadiri sebuah pesta pernikahan salah satu teman yang kebetulan teman mereka juga. mempelai wanita adalah teman dari Rumi sedangkan mempelai prianya adalah mantan dari Meri. pada pesta itu tanpa sengaja mereka memakai gaun yang sama. sungguh memalukan bukan. namun bukannya mereka berselisih seperti di drama drama remaja melainkan mereka tertawa bersama seperti orang bodoh dan seperti yang mereka lakukan sore ini.
sejak saat itu mereka semakin akrab ditambah lagi latar belakang kehidupan pribadi yang mempunyai kesamaan. sama sama di abaikan orang tua.