"Ahhhh, enaknya. Es krim memang terbaik! I love you richie girl." Seru Tasya girang.
Setelah 1 jam terlewati dengan percuma, Tasya dan Nadya jadi ke rumah nenek. Tasya tetap memaksakan untuk mengerjakan laporan praktikum tadi dengan keadaan kepala yang cukup mumet karena kejadian di kantin. Beberapa menit setelah mereka tiba di rumah, Tere mengabari bahwa kuliahnya sudah selesai dan menanyakan keberadaan mereka. Jadi, disinilah mereka bertiga sekarang, berkumpul dan menikmati es krim.
"Ya, ya. Es krim memang terbaik di saat cuaca panas seperti ini." Jawab Tere.
"Betul, Re! Apalagi setelah kejadian di kantin tadi."
"Kejadian apa, Nad?"
'Aduhh, kenapa Nadya malah membahas tentang itu, sih?'
Nadya menceritakan semua yang kami alami tadi kepada Tere. Mulai dari Tasya yang terlambat, terus lupa bawa kaos kaki padahal mau masuk lab, pinjam kaos kaki James, dan kejadian di kantin. Terlihat Tere sedang serius mendengar Nadya bercerita. Tasya cepat-cepat menghabiskan es krimnya lalu kembali mengerjakan laporan, menghindari pertanyaan-pertanyaan yang mungkin saja akan ditujukan Tere kepadanya.
"Ini James yang satu SMA kita, kan? Yang kelasnya di sebelah kelas kita dulu, yang populer?"
Tasya dan Nadya baru bertemu dengan Tere ketika duduk di bangku SMA. Mereka bertiga mulai akrab disaat kami mendapat hukuman membersihkan lingkungan sekolah karena terlambat. Sekarang, mereka juga berada di kampus yang sama. Tasya dan Nadya sama-sama mengambil jurusan Pendidikan kimia, sedangkan Tere mengambil jurusan Manajemen Keuangan karena akan menjadi penerus perusahaan kedua orang tuanya.
"Iya, Re!"
"Ciee, kamu masih simpan kontaknya. Kalian pacaran, yah?"
"Hahaha, gak lah. Kami cuma teman, lagian James itu bukan tipeku. Saat kuliah ini, kami mengambil kegiatan yang sama juga."
"Ooh, gitu. Hmm, iya sih, memang lebih baik kamu jangan pacaran dengan dia. Dia terlalu sadar kalau dirinya ganteng lagian dia playboy, kan? Apa sekarang juga begitu?"
"Wah, gak tau Re. Memang orang-orang sering mengatakannya playboy, tetapi seingatku dia tidak pernah pacaran waktu SMA dulu. Setiap cewe yang menembaknya pasti langsung ditolaknya."
"Ooh, gitu. Terus si kakak ass.lab kalian itu gimana orangnya, Sya?" Tere mulai bertanya kepada Tasya. Ia tau kalau Tere sengaja, dia tidak mau kalau sedang berkumpul seperti ini, ada satu orang yang sibuk sendiri.
"Baik." Jawab Tasya singkat.
"Ganteng gak, Sya?"
"Ganteng." Masih dengan jawaban singkat.
Tere mengambil bantal sofa dan melemparkannya ke kepala Tasya.
"Apaan sih, Re? Aku harus mengerjakan tugas, kamu tau kan kalau aku juga harus kerja." Tasya menghentikan pekerjaannya.
"Aku tau! Kamu boleh mengerjakan tugasmu, tapi kalau ditanya, dijawab juga dong!"
"Lah, daritadi kan sudah kujawab, Re. Memangnya kamu mau tanya apa lagi?"
"Kak Christian itu gimana orangnya?"
"Belum tau lah, baru juga ketemu tadi. Kak Christian itu ganteng, sepertinya pintar, kayaknya ribet atau perfeksionis gitu, mungkin populer juga. Gak tau lah, tanya aja sama Nadya, kan dia yang lebih bersosialisasi di kampus ketimbang aku."
Tere melihat kearah Nadya untuk meminta penjelasan.
"Hebat banget analisismu, Sya! Denger-denger sih, Kak Christian memang pintar, dia seorang komting di kelasnya dan populer juga." Jelas Nadya.
"Hmm.." Tere terlihat memikirkan sesuatu.
"Jadi, siapa yang kamu suka, kak Christian atau James?" Lanjutnya.
"Ha?? Kenapa pertanyaanmu begitu?" Tasya merasa kaget karena pertanyaan dari Tere.
"Hahaha, kenapa kaget begitu, Sya?"
Nadya dan Tere tertawa melihat reaksi Tasya yang berlebihan.
"Tau nih, itu kan cuma pertanyaan iseng doang. Tetapi gak tau kenapa feelingku bilang sih, Tasya akan berurusan dengan dua laki-laki ini. Hmmm.."
"Aduhh, please, please, tolong ya guys! Berhenti membahas mereka dan biarkan aku mengerjakan tugasku, sebelum masuk mata kuliah selanjutnya."
Mereka berdua hanya tertawa melihat Tasya kesal.
Ada yang bilang kalau sahabat sejati pasti akan pertama sekali menjulurkan tangannya saat kita sedang kesusahan. Tetapi jangan lupa, kalau mereka juga akan tertawa lebih dulu sebelum membantumu. Terutama saat kamu jatuh terpeleset. (^_^#)