Kiara tak pernah merasa sebebas ini sebelumnya. Kiara terkekeh saat melihat lelaki itu menubruk pintu café saat hendak keluar. Mengundang kehebohan atas kegilaan lelaki yang sedang pura-pura mabuk itu. Kiara tersenyum lebar, saat mengamati bagaimana Alan terlihat linglung di parkiran. “Kiara, dimana motor gue?” tanya Alan bingung. “Motor lo udah lo naikin b**o!” cecar Kiara yang kini menenteng dua tas ransel, satu milik Alan dan satu miliknya. Alan mengangguk-angguk, lelaki itu memukul setir motornya beberapa kali. “Ah, benar—ini motorku, tetapi orang mabuk nggak naik motor kan? Kalo nekat nanti nabrak pohon?” tanya Alan yang dibalas kerutan bingung oleh Kiara. “Ya,” jawabnya singkat. “Kita perlu jalan-jalan agar mabuknya ila

