Chapter 11

1895 Words

Alan mengangguk-anggukkan kepalanya, berucap terima kasih dengan senang saat menyadari bahwa Kiara membelikan semua permintaannya, kecuali nasi pecel tentunya. Lelaki itu langsung menyeruput cola dan membuka makanan ringan, hanya terdiam saat melihat Kiara mengubek-ubek isi dompetnya tanpa sopan santun.             “Hah? Lahir tahun 96?” ucap Kiara terkejut sembari melihat KTP Alan dengan kurang ajar.             Alan menghembuskan napas pelan, berusaha memaklumi sikap gadis itu. “Iya, gue telat kuliah setahun,” jawab Alan yang masih sibuk dengan cemilannya itu.             Kiara mengerutkan keningnya, rasa penasaran seolah melingkupinya saat tahu bahwa Alan lebih tua setahun darinya. “Kenapa?” tanya gadis itu.             “Gue punya satu tahun yang mengerikan,” gumam lelaki itu yang s

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD