Kiara dengan bosan mengetuk-ngetuk helmnya, saat ini ia dan Alan sedang berada di perkiran gedung Fakultas Satra tempat adik Alan berkuliah. Kata Alan yang tengah asik mendengarkan musik itu, adiknya akan keluar dalam sepuluh menit. Ia kini sedang duduk diatas motor besar Alan, sedangkan lelaki itu tengah duduk diatas motor scopy adiknya yang berada di samping motornya sendiri. “Dasar lelaki sinting,” ejek Kiara pada Alan yang masih sibuk mengangguk-anggukkan kepalanya dan tak memperdulikan dirinya yang cantik ini. Bagiamana tidak, beberapa saat yang lalu dengan kurang kerjaannya lelaki itu memindahkan motor yang terparkir di sebelah motor adiknya. Untung saja motor itu tidak di kunci ganda, jika dikunci ganda mungkin bisa saja dengan nekat lelaki itu membuat kunci duplikat.

