Ini adalah kali pertama Kiara Andzikriadi merasa tidak berminat dengan dentam musik yang menyambutnya saat memasuki club malam. Gadis itu masih sibuk mengedarkan padangannya dengan harapan mendapati Alan diantara kerumunan. “Alan nggak dateng Ra,” ucap Caca sembari menepuk bahu Kiara yang beberapa kali terlihat melamun itu. Mereka semua lalu mengambil tempat duduk di barisan ujung, memesan beberapa minuman dingin. “Beneran nggak dateng Ca?” tanya gadis itu seolah enggan mempercayai ucapan temannya itu. Caca mengangkat bahunya, seolah menunjukkan pada Kiara bahwa kenyataan sudah berada di depan matanya. Kiara bahkan tau sendiri bahwa saat ini Alan tidak berada di tempat yang sama dengannya. Gadis itu kini diliputi oleh rasa kecewa, rasa sakit hati sea

