41. Masa Lalu

1589 Words

Putra mahkota Argan berpisah dengan Lady Vega di senja itu. Mereka berusaha memendam perasaan masing-masing walau komunikasi akan tetap terjalin. Embusan angin di senja itu membuat hati Lady Vega semakin hampa. Ia harus melupakan senyuman dan sikap Gama yang selama ini menemani hari-harinya. “Apakah aku menangis? Kenapa hati ini terasa sangat sepi?” Lady Vega masih menatap putra mahkota Argan yang telah melangkah pergi. Lady Vega kembali teringat perkataan Chiara. Bahwa apa pun yang terjadi dan dirasakan di dunia ini harus tetap disyukuri. Baik di saat bahagia, sedih, sakit, karena jika sudah hidup di dalam dunia yang berbeda semua akan terasa hampa dan kesepian, tidak bisa merasakan apa-apa lagi. Hal ini membuat Vega kembali berusaha menata kembali serpihan hatinya yang telah hancur. L

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD