Argan merasa apa yang ia rasakan saat ini juga pernah dirasakan oleh kedua orang tuanya di masa lalu. Menjadi seorang putra mahkota mempunyai peran dan tanggung jawab yang berat untuk kelangsungan masa depan kerajaan yang akan ia pimpin. Bukan hanya sekedar Tahta, melainkan pertaruhan antara hidup dan matinya sebuah pemerintahan demi kemakmuran rakyatnya. Mengedepankan kepentingan rakyat, walau harus mengesampingkan urusan pribadi. Seperti Argan yang sudah siap dengan segala ilmu pengetahuan dan peraturan yang sudah ia pelajari demi menjadi seorang raja. Namun ia belum siap jika harus menjalani sebuah pernikahan melalui perjodohan demi berlangsungnya sebuah pemerintahan dan penobatan gelar sebagai Rex Alexis berikutnya.
Pangeran Argan menginginkan pernikahan yang sakral berlandaskan ketulusan cinta, bukan semata hanya karena tuntutan demi keberlangsungan sebuah tatanan kepemimpinan yang baru dan keberlangsungan jalannya pemerintahan dalam sebuah kerajaan.
Ratu Alena menatap pangeran Argan dengan raut wajah yang menyiratkan kepedihan yang pernah ia jalani di masa lalu.
“Ibu dan Ayahmu menikah karena perjodohan... Sebelumnya Ibu adalah calon ratu yang dipilih oleh pangeran Marion untuk menjadi pendampingnya, kami saling mengenal satu sama lain... Perlahan, ibu membuka hati untuk mendiang pamanmu... Namun takdir berkata lain, sebelum hari pernikahan kami, pamanmu mengidap suatu penyakit yang sulit untuk disembuhkan... Sehingga pernikahan kami dibatalkan, lalu Rex Alexis Leonard mengangkat pangeran Marlon sebagai putra mahkota pengganti... Waktu yang begitu cepat mengubah takdir kami... Pernikahan harus kami jalani karena tanggung jawab dan tuntutan sebagai pewaris Tahta... Kami mengenal satu sama lain setelah menikah... Begitu banyak ujian yang kami lalui... Walau ayahmu bukan cinta pertama Ibu, tapi beliau akan menjadi yang terakhir di hati Ibu....” Ratu Alena tersenyum pada Argan.
Pangeran Argan berlutut di hadapan ibunya. Ia tersenyum sambil menggenggam kedua tangan ibunya.
“Walau berat tanggung jawab yang harus aku emban... Aku akan selalu memberikan yang terbaik untuk Ibu... Berbahagialah, Bu!” pangeran Argan kembali tersenyum. Lalu ia berpamitan untuk kembali ke paviliunnya.
Ratu Alena kembali ke paviliunnya beberapa menit setelah ratu Alena mengantar pangeran Argan sampai ke depan pintu paviliun kediamannya. Ratu Alena kembali duduk di kamarnya. Daun jendela yang terbuka membuat ratu Alena mendekat ke sana sambil menatap langit malam yang sunyi walau bertabur gemerlapnya bintang.
Ratu Alena juga tidak menyangka bahwa kisah hidup membawanya menjadi seorang ratu. Namun hatinya merasa tidak utuh semenjak Rex Alexis Marlon menikah dengan selir Livia.
Dalam sepi, terkadang ia teringat kenangan di masa lalu. Hatinya teriris, jantung seakan berhenti kala pikiran membuka memori yang telah usang.
Dahulu Alena adalah seorang putri bangsawan yang cerdas, anggun, dan memesona. Setiap hari ia datang ke istana untuk belajar. Namun di suatu hari tanpa sengaja pangeran Marion sang putra mahkota terdahulu yang merupakan kakak kandung pangeran Marlon, melihat Alena sedang duduk sambil membaca buku di salah satu sudut taman dalam istana. Ia terlihat berbeda dari gadis bangsawan lainnya. Sehingga putra mahkota Marion jatuh hati pada Alena.
Gayung bersambut, ternyata ketika putra mahkota Marion memilih calon ratu untuk ia nikahi, semua kriteria mengarah pada Alena. Begitu juga dengan Alena yang merasakan cinta pada pandangan pertama pada putra mahkota Marion. Keluarga kerajaan sudah menyetujui dan mempersiapkan pernikahan mereka. Namun tidak disangka keadaan berubah begitu cepat. Satu bulan sebelum pernikahan mereka berlangsung, putra mahkota Marion jatuh sakit dan semakin hari keadaannya semakin memburuk. Hal ini membuat Alena merasa terpukul dan sedih melihat calon suaminya terbaring lemas di dalam paviliunnya. Hingga tiga hari menjelang pernikahan mereka, ternyata takdir berkata lain. Putra mahkota Marion pergi meninggalkan dunia yang fana ini. Hati Alena sangat sakit dan terpukul ditinggal kekasih yang ia cintai untuk selamanya.
Setelah pemakaman putra mahkota Marion, seluruh keluarga kerajaan berkumpul dan mengadakan rapat untuk mengambil sebuah keputusan berat dan mendesak. Hingga Rex Alexis Leonard yang merupakan ayah dari pangeran Marion dan Marlon, membuat suatu keputusan. Rex Alexis Leonard mengangkat pangeran Marlon menjadi seorang putra mahkota. Kemudian, Alena akan tetap menjadi calon ratu Braden Kingdom yang akan menikah dengan putra mahkota Marlon.
Pernikahan mereka menjadi semu karena tuntutan peraturan demi berlangsungnya suatu tatanan pemerintahan raja yang berikutnya. Alena dan Marlon menikah, kehidupan mereka terasa hambar. Awalnya tidak ada cinta di antara mereka. Jangankan cinta, mengenal pun tidak. Butuh proses agar keduanya bisa mengenal lebih dekat.
Rex Alexis Marlon belum pernah menyentuhnya dan jarang mengunjungi paviliun ratu Alena selama satu tahun. Alena tetap bersikap baik dan memperhatikan Marlon. Perlahan Alena mampu membuka hati dan belajar mencintai suaminya. Walau Rex Alexis Marlon belum menunjukkan perhatian lebih pada Alena.
Hingga pada suatu malam, Rex Alexis Marlon mendatangi paviliun ratu Alena. Tidak seperti biasanya, malam itu Rex Alexis Marlon bersikap sangat manis pada ratu Alena. Mereka berbincang, berusaha saling mengenal, dan membuka hati mereka. Hingga Rex Alexis Marlon menyentuh Alena untuk pertama kalinya.
Mereka saling menatap dengan penuh hasrat di saat benih-benih cinta mulai tumbuh dalam hati mereka. Ciuman hangat nan lembut dari Rex Alexis Marlon membuat Alena merasa nyaman dan merasa dicintai oleh suaminya. Sorot mata Marlon membuat Alena terpaku dan terpesona. Alena menyerahkan semua apa yang ia jaga selama ini untuk suaminya. Hati yang dulu kesepian kini mulai menghangat bersama kabar kehamilan sang ratu.
Betapa bahagianya keluarga kerajaan dan rakyat Braden Kingdom mendengar kabar kehamilan ratu Alena. Kebaikan dan kelembutan hati ratu Alena membuat rakyat mencintainya. Semua menantikan kelahiran seorang putra mahkota yang kelak akan meneruskan Tahta Braden Kingdom.
Sembilan bulan berlalu, ternyata ratu Alena melahirkan seorang putri. Hal ini membuat rakyat kecewa dan bertanya-tanya. Sebab mitos yang beredar di masyarakat tentang silsilah kerajaan, bahwa jika anak pertama seorang ratu adalah perempuan, itu berarti ada yang telah mengutuk raja mereka. Raja telah membuat kesalahan.
Rex Alexis Marlon dan ratu Alena tidak menggubris tentang mitos itu. Mereka tetap mencintai putri mereka. Rex Alexis Marlon sangat tidak tega melihat istrinya dihujat oleh rakyatnya. Hampir seluruh rakyat Braden Kingdom membicarakan kutukan yang dialami oleh raja mereka. Hal itu membuat Alena sering merenung. Hingga pada suatu malam, Rex Alexis Marlon mendapati istrinya sedang menangis di paviliunnya sambil menimang putri mereka.
“Sayang....” Rex Alexis Marlon menyapa ratu Alena.
“Suamiku....” Ratu Alena tidak bisa menyembunyikan air matanya lagi.
“Jangan bersedih dengan kabar yang beredar... Apa pun yang terjadi aku akan tetap mencintai keluarga kecil kita... Walau kita adalah raja dan ratu di Braden Kingdom... Tetap saja aku merasa kalianlah yang sangat berharga.” Rex Alexis Marlon memeluk Alena bersama buah hati mereka.
Kejadian ini terulang hingga ratu Alena melahirkan putri ke tiga mereka. Suasana kerajaan dan rakyat Braden Kingdom mulai memanas. Sudah bertahun-tahun dan tiga kali mengandung, ratu Alena selalu melahirkan seorang putri. Sehingga rakyat mempertanyakan keberlangsungan keluarga kerajaan serta pemerintahan Braden Kingdom. Rakyat takut jika ratu mereka tidak pernah melahirkan seorang putra, maka keberlangsungan kejayaan dan kedamaian wilayah Braden Kingdom akan berakhir. Sebab akan ada banyak kerajaan lain di seberang sana yang ingin menguasai Braden Kingdom. Berbeda halnya jika ratu mereka bisa melahirkan seorang putra. Maka keadaan politik dan penduduk akan damai berjalan seperti biasanya.
Perhelatan dan pergolakan rakyat terjadi dimana-mana. Sehingga perdana menteri Solon berbicara di dalam forum dewan kerajaan. Ia memberi saran yang sulit diterima Rex Alexis Marlon.
“Yang mulia... Menurut saya, alangkah baiknya jika yang mulia mempunyai seorang selir... Karena ratu Alena belum bisa melahirkan seorang putra... Semua saran ini hanya demi keamanan dan keberlangsungan jalannya pemerintahan di bawah garis keturunan Rex Alexis Magna I, nenek moyang Anda yang mulia.” Perdana menteri Solon merasa percaya diri jika usulnya akan diterima oleh raja.
“Apa? Sulit untukku mencintai wanita lain selain ratuku.” Rex Alexis Marlon merasa sangat terkejut dengan usul perdana menteri Solon. Rex Alexis Marlon hanya bisa menatap perdana menteri Solon sambil berbicara dalam hatinya yang sangat terkejut mendengar usulan itu. Hatinya bergejolak, ingin menolak tapi tak mampu.
“Anda harus mengesampingkan urusan pribadi Anda yang mulia... Semua demi ketenteraman Braden Kingdom.” Perdana menteri Solon masih tetap pada usulnya.
“Putri bangsawan mana yang pantas menjadi selir yang mulia?” Penasihat kerajaan yang bernama Hersan, menanyakan hal itu pada perdana menteri Solon.
“Adikku... Lady Livia... Dia cantik dan memiliki wawasan yang luas... Rex Alexis Marlon sudah mengenalnya sejak kecil, mereka berteman dekat, sehingga saya mencalonkan Livia sebagai selir yang mulia Marlon.” Perdana menteri Solon tersenyum pada Rex Alexis Marlon.
Sontak suruh dewan terkejut dengan usulan perdana menteri Solon. Semua dewan kerajaan berdiskusi dan memberikan pendapatnya masing-masing. Kericuhan pun terjadi saat rapat dewan kerajaan.
“Harap tenang semua... Hormati yang mulia!” Hersan melerai keributan yang terjadi.
“Yang mulia, alangkah baiknya... Anda bicarakan terlebih dahulu pada ratu Alena... Keputusan yang mulia akan sangat menentukan masa depan Braden Kingdom.” Hersan menunduk dan memberi kesempatan pada Rex Alexis Marlon untuk berpikir dan membuat keputusan.
“Kami akan menunggu keputusan yang mulia.” Seluruh anggota dewan memberi hormat pada Rex Alexis Marlon.
Menteri Solon dan keluarganya memang mengincar Tahta Braden Kingdom. Sehingga ini adalah kesempatan mereka untuk masuk dan menikahkan Livia dengan Rex Alexis Marlon.
Ratu Alena sudah mendengar berita tentang rapat dewan kerajaan yang membahas tentang selir untuk Rex Alexis Marlon. Sejak saat itu Alena merasa dilema berat. Sebagai seorang wanita ia tidak ingin berbagi cinta dengan wanita lain. Sedangkan sebagai ratu ia harus mengedepankan kepentingan rakyat dan masa depan Braden Kingdom.
Ratu Alena termenung di dalam kamarnya. Ia berusaha berdamai dengan keadaan walau hatinya teriris dan berat menerima takdirnya. Rasa takut kehilangan cinta dari suaminya membuatnya ingin menolak usul perdana menteri Solon. Namun di sisi lain, ia sudah bersumpah akan memberikan yang terbaik dan rela berkorban demi kepentingan masa depan Braden Kingdom.
Air matanya tak terbendung. Hatinya teriris, dadanya sesak, dan wajahnya pucat bagai bulan kesiangan. Ia merasa takdir begitu kejam terhadapnya. Bertahun-tahun ia berusaha mencintai dan merebut hati Rex Alexis Marlon yang sempat bersikap dingin terhadapnya. Kini ketika semua berjalan normal dan bahagia, justru ujian yang teramat berat sudah menanti di depan mata.
Rex Alexis Marlon menemui ratu Alena malam ini. Ia merasa tidak berdaya untuk membahagiakan istrinya. Setidaknya Alena sangat baik dan lembut sehingga sikapnya mampu meluluhkan hati Rex Alexis Marlon.
“Alena... Kali ini aku tidak bisa melarangmu untuk menangis... Karena aku tahu semua sangat berat untuk kamu lalui... Bersandarlah di bahuku jika membuatmu merasa lebih tenang.” Rex Alexis Marlon memeluk Alena dan berusaha membuatnya tenang.
“Yang mulia... Rasanya tidak sanggup jika harus berbagi bahumu dengan wanita lain... Tidak sanggup jika berbagi dekapan ini dengan wanita lain... Tapi semua sudah menjadi takdirku... Walau butuh waktu untuk menerima semua ini... Aku rela yang mulia memiliki selir demi masa depan Braden Kingdom.” Alena masih menangis dalam dekapan Rex Alexis Marlon.
Malam yang gemerlap bertabur bintang, tapi kesunyianlah yang selalu menemani Alena semenjak ia merelakan suaminya memiliki selir.
Bagaimana masa lalu mereka? Tunggu episode berikutnya. Semua masa lalu mereka saling berhubungan dengan apa yang ada dalam mimpi Vega... Kira-kira apa yang sebenarnya terjadi? Yuk ikuti terus ceritanya! Jangan lupa follow, tap love, dan komen. Terima kasih sudah mampir untuk membaca.