Galang menggenggam tanganku, kini aku dan dia sedang berada disebuah mall dipusat jakarta.
"nanti promnight kamu mau pakai baju warna apa?" tanyaku.
"aku ikut kamu aja, katanya mau senada kan warnanya?" jawab galang.
"apa yah? Aku bingung.. Gimana kalo warna hitam aja?" tanyaku.
"apapun sayangkuu" jawab galang.
"okaay hitam, jadi sekarang kita cari dress warna hitam"
Bagaimana tidak orang-orang tak memandang galang, ia mancung, tinggi bahkan tampan. Aku merasa risih dengan tatapan wanita-wanita yang melintas ini, ingin sekali ku cakar wajahnya, jahat gak sih.
"sayang kamu mau minum? Makan juga sekalian yuk, kamu belom makan loh" ucapnya.
"ayuuk, aku lapar" jawabku.
Galang merangkulku, lihat? Betapa pendeknya aku ini, jalan bersamanya terlihat seperti kakak dan adik. Dan aku menjadi semakin risih dengan kaum hawa yang memandangku seperti itu.
"aku pendek banget ya, beda sama yang itu tinggi, cantik pula" ucapku kesal karna tak tahan.
"aku suka, cewe tuh gak bagus kalau tinggi-tinggi sayang, kamu cantik malah dan aku suka" jawabnya sambil tetap merangkul dan memainkan pipiku.
"masa?" aku khawatir kalau-kalau galang tidak serius denganku, walau terbilang sudah hampir satu tahun kami berpacaran tapi tetap saja aku memendam rasa khawatir yang tak karuan.
"sayang, jangan pernah berfikir yang tidak-tidak. Aku cinta kamu apa adanya, dan jangan coba-coba untuk berpaling, awas aja" ucap galang.
Lihatlah wajahnya, aku sangat menyukainya kalau ia sedang kesal seperti itu, tingkat ketampanannya bertambah berkali-kali lipat. Membuatku semakin mencintainya, ya semoga saja ia memang benar diciptakan untukku.
"kamu makan yang banyak, jangan diet diet" ucapnya.
"kenapa? Aku kan pengen kurus"
"aku suka kamu yang sekarang kok, semok. Dipeluk enak jadinya"
"yehh dasar m***m"
"becanda sayang, lagian kan mesumnya sama kamu doang"
"masa sih"
"iya sihh, suapin aku dong"
"ih kamu mau banget apa? Manja deh"
"manjanya sama kamu ini" aku memutarkan bola mataku malas
"sayang, gak berasa ya kita udah lulus aja. Bentar lagi promnight, nanti di SMA jangan genit genit ya kamu" ucapnya.
"iya yaa, padahal kayanya bakal seru kalo kita satu sekolah lagi. Tenang aja, lagian kamu tuh yang jangan genit-genit kan hobinya tebar pesona" jawabku sinis.
"apasih yang, aku disalahin mulu"
"kan cowo selalu salah"
"kan kan"
"ohiya mami tadi kirim pesan, kamu nanti disuruh mampir mami bawa oleh- oleh buat kamu"
"mami darimana yang?" tanya galang.
"dari luar kota, aku kan nitip pesenan nah ternyata mami beliin kamu oleh-oleh juga sekalian katanya"
"ih baik banget mama mertua"
"idih pedenya"
"yang kamu mau nikah umur berapa?" tanya galang menerawang.
"entah, aku ingin nikah muda sih"
"tunggu aku sarjana dulu ya, nanti aku lamar kamu"
"masih lama yang, dan kita udah bahas beginian"
"gak apa-apa dong, buat persiapan"
"aku mau punya anak 8 ya" ucapku.
"buset, banyak banget yang. Kamu kuat?"
"kuatlah"
"idih mantep, 2 ajadeh atau 3, 4 juga gak apa"
"maunya 8 sayang"
"iya deh boleh, terus malem pertama nanti kamu harus pake daleman yang seksi yaa"
"kenapa gitu?" tanyaku heran.
"supaya aku seneng aja"
"ih dasar m***m"
"aku kebayang deh bakal seru banget pasti malem pertama kita"
"wah iya juga yaa, aku jadi gak sabar"
"aduuh yang jangan dibahas deh, nanti aku jadi pengen"
"hahaha dasar m***m"
"mesumnya sama kamu ini"
Perbincangan yang bodoh dan diselingi tawa, bisa-bisanya aku dan galang merencanakan apa saja persiapan untuk nikah nanti.