ketika Lilis sedang memeluk ibunya Iya ketahuan oleh kakek tersebut dengan tersebut bertanya kepada Lili Mengapa dirinya ke sini dan Lili pun menjawab jika k dirinya pun sangat merindukan ibunya tersebut dan ingin memeluk tubuh dari ibunya tersebut karena bersama ibunya lah dia bisa merasa tenang dan nyaman dan seketika Kakak tersebut menjongkok kan tubuhnya di hadapan diri cirinya tersenyum para ahli ia meminta maaf kepada Lili karena telah menyembunyikan ibunya tersebut dan tidak bilang jika ibunya masih ada di sini mereka berdua bersekongkol untuk membohongi orang orang agar tidak merenggut keberadaan Santi dari tangan mereka karena mereka takut jika Santi mengalami trauma lagi sejak kehadiran Rio pada saat itu Santi terus saja menangis dan merenung bahkan dirinya hampir saja bunuh diri karena melihat ancaman dari Riau dan dan sifat Rio yang semena-mena padanya Mendengar hal itu Lili Pun Menangis dirinya tak menyangka jika ayahnya begitu tega pada ibunya sehingga membuat ibunya harus terus berbaring di tempat tidur dan Lili pun menanyakan kepada kakek tersebut Mengapa ibunya terbaring dan apakah ibunya tidak bisa berjalan namun Kakak tersebut menjalankan kepala pelan-pelan waktu tersebut mempercayai keberadaan Santi di tangan Rio Rio menyakiti Santi habis-habisan bahkan sampai memukul kaki Santi secara membabi buta.
Mendengar hal itu Prilly seakan memiliki dendam kepada Rio dirinya tak tega melihat ibunya yang merasa kesakitan hingga trauma karena disakiti oleh ayahnya tersebut Lili pun pergi dari sana dan mulai mencari Rio dirinya ingin membalas dendam akan perbuatan Rio kepada ibunya tersebut dan pada akhirnya Lily bertemu dengan Rio Lily memukul Rio dengan menggunakan batang pohon yang ada di pinggir jalan dengan pukulan yaitu membuat Rio kalang kabut kiri ya terus teriak minta tolong karena merasa kesakitan Namun karena suasana lagi sepi tak ada yang juga datang menolong Rio hingga akhirnya pingsan tubuhnya diselimuti begitu banyak darah karena pukulan dari Lily tersebut. Rio pun bertanya kepada Lili Kenapa dirinya harus memukul Rio seperti itu padahal Ia tak memiliki salah apa-apa dan Lili pun kembali memukul ayahnya tersebut dirinya berteriak jika ayahnya harus menanggung akibat seperti ibunya yang telah dipukuli ayahnya hingga membabi buta dan tidak bisa berjalan
Mendengar hal itu Rio pun terkejut dari mana Lili tahu bahwa yang telah membuat sakit ibu yang tersebut adalah dirinya dan dia pun bertanya kepada Lili Siapa yang memberitahunya menggelengkan kepala dirinya kembali memukul ayahnya tersebut hingga ayahnya tersebut lemas tak berdaya.
merasa kasihan Lily pun pergi dari sana dirinya kembali ke pelukan ibunya dan kakek tersebut bilang kepada Santi bahwa lirik ini telah berada disampingnya Mendengar hal itu Santi pun tersenyum dan ia mencari Lili kemanapun tapi tidak bisa melihat Lily
naga tersebut pun memegang tangan dari Santi dia bilang bahwa wa Lily ini sudah membalaskan dendamnya kepada Rio atas perbuatan yang dilakukan pada Santi anaknya tersebut sungguh pintar dan cerdik bahkan dia sangat baik.
Lili pun memeluk tubuh ibunya dengan erat dan Sandi tersenyum lebar dirinya merasakan akan kehadiran dari anaknya tersebut kini senyuman lebar tersebut membuat diri semakin laga karena ibunya bisa merasakan kehadirannya Lili mulai memegang pipi dari sandi dan bilang semua pasti baik-baik saja karena dirinya sudah membalaskan dendam kepada Rio atas perlakuan Rio yang semena-mena pada dirinya.
Eli Pun minta maaf kepada Santi karena na telat untuk menolong Santi dari Rio. pakai tersebut pun mengatakan kepada Santi bahwasanya kini Lili meminta maaf karena tidak bisa menolongnya dari Riau Mendengar hal itu Santi pun menggelengkan kepala dan tidak apa karena sewaktu hidup ini sudah banyak menolong hidup Santi bahkan sampai merelakan hidupnya sendiri hanya karena Santi kini nanti meneteskan air mata dirinya meminta maaf kepada Lili karena tidak bisa menolong Lili dari kejahatan ayahnya tersebut sehingga membuat Lili harus meninggal dimana sampai sekarang Santi masih trauma dan juga menyesal karena tak bisa menolong jam bertindak dengan cepat dan seandainya pada waktu itu dia bisa bertindak dengan cepat untuk menolong Lili pasti ini sekarang masih bisa bahagia dan bisa melihat indahnya dunia bersama dengan Santi.
Lili pun menangis dia menggelengkan kepala bahasa India tidak apa-apa karena itu memang sudah takdirnya dan dia tidak menyalahkan ibunya sama sekali karena itu bukan kesalahan dari ibunya melainkan hanyalah sebuah takdir Semata mungkin sudah waktunya yang meninggal tapi di tangan ayahnya sendiri.
Mendengar hal itu kakek pun tersenyum dan meraih pundak Lili dirinya begitu bangga dan kagum melihat sosok Lili gimana dengan anak sekecil itu pemikirannya Mas sudah dewasa dan dirinya sudah mampu memaafkan kesalahan dari ayahnya tersebut yang dirinya sendiri sehingga begitu kejam
tak berselang lama nenek pun datang bertanya kepada mereka berdua apa yang mereka bicarakan sehingga membuat mereka menangis dan kakek tersebut pun menjawab jika Lily gini ada di depan mereka bahkan rilis ini sekarang sudah bisa merangkul ibunya sendiri dan bisa menghabiskan rasa rindu Nya kepada ibunya tersebut sehingga hal itu membuat nenek marah karena membiarkan kakek tersebut memberitahu Lili di mana keberadaan dari Santi yang mana Nenek berfikiran jika Lili pasti akan memberitahu Henry dan yang lainnya akan keberadaan dari Santi sehingga menimbulkan kejahatan lagi kepada Santi Mendengar hal itu Lili pun menggelengkan kepala dirinya tak mungkin membiarkan seorangpun menjahati ibunya tersebut dirinya hanya ingin memeluk erat tubuh dari ibu yang tersebut dan dan menghabiskan rasa Rindunya tersebut kepada ibunya dia tak memiliki niatan yang nggak-nggak apalagi untuk mencelakai ibunya sendiri melihat ibunya terluka saja dia merasa kecewa apalagi ada seseorang yang menyakiti ibunya dan Kakek pun tersenyum dirinya mencoba meyakinkan sang nenek agar nenek tersebut tidak berpikiran negatif soal Lili apalagi Lili merupakan anak kandung dari Santi jadi kakek tersebut menyuruh nenek untuk pergi dari sana dan membiarkan waktu mereka berdua untuk saling menghabiskan waktu itu tapi nenek tersebut tidak mau dia menolak keras dengan permintaan dari sang kakek karena dirinya takut kejadian kemarin akan terulang lagi sang nenek menjawab jika suaminya sendiri saja bisa menyakiti dirinya apalagi anaknya Bisa saja kan anaknya disuruh gaya tersebut untuk menyakiti Santi
Mendengar hal itu Santi pun menggelengkan kepala perlahan dia ngomong jika anaknya tidak seperti suaminya Dia sangat mempercayai anaknya tersebut bahwasanya anaknya tersebut merelakan nyawanya demi menolong ya dan Santi meminta tolong kepada nenek dan kakek untuk memberikan ia waktu itu agar dirinya bisa menghabiskan waktu berdua dengan Lili dan Nenek dan Kakek pun pergi dari sana meninggalkan kamar dari Santi