BRAK! Gavin yang sedang berkutat dengan beberapa dokumennya dikejutkan dengan suara pintu ruang kerjanya yang dibuka kasar. Gavin hanya menghela nafas kasar dan memperhatikan mamanya dengan acuh, seolah tahu hari ini akan datang. Keysa, Mama Gavin, berdiri di depan pintu sana dengan muka sinisnya dan tatapan tajam kepada anak laki-laki satu-satunya itu. d**a Keysa sudah naik turun tanda menahan amarah yang memuncak. “Heran, Mama tuh sama kamu, ya! Bisa-bisanya kamu gak bilang sama Mama, kalau Embun itu anak Tyas! Tau gitu kan Mami kan gak sebel sama dia!” ucap Keysa dengan berapi-api sambil berjalan menuju meja kerja anaknya. Gavin mencebik dan kembali memeriksa dokumennya. “Iiih, Gavin! Beraninya kamu cuekin Mami!” Keysa berjalan mendekati Gavin dan merebut dokumen Gavin. “Mi.. Apaa

