Di tempat lain, suara tawa menggema kala mendengar pengakuan lugas dari mulut Axel.
Pria itu menuntut uang taruhan serta sebuah motor gede, Kawasaki ninja 650 SE milik Aidan. Sebagai bukti jika dirinya telah berhasil mendapatkan mahkota sang kekasih taruhan, Axel bahkan tak malu memperlihatkan proses penyatuan yang sengaja dirinya rekam diam-diam.
Di sana terpampang potongan video yang menampilkan wajah Eva yang tengah meringis sembari memejamkan matanya, kala Axel melakukan pene trasi.
Aidan mengepal tinjunya kala melihat video syur tersebut. Entah apa yang tengah di pikirkan oleh remaja tersebut. Padahal dirinya pun andil dalam taruhan besar itu. Taruhan yang berhasil merusak masa depan seorang gadis lugu tak bersalah.
"Nih! tidak ku sangka kamu berhasil mendapatkannya. Eva terlihat seperti gadis yang berpendirian teguh. Ck, kamu pasti mengancamnya bukan?" tuduh Dion memicing curiga.
"Ck, kalah ya kalah saja. Siniin kunci motornya nyet!" sentak Axel merampas kunci motor dari tangan Aidan.
"Cih! berhasil menang dengan merusak anak gadis orang, apanya yang patut di banggakan." Cibir Aidan tiba-tiba.
Axel yang tak terima dengan perkataan sahabatnya pun, tanpa segan melayangkan tinju ke wajah tampan Aidan.
Perkelahian pun tak terelakkan. Aidan jelas tak terima wajahnya di buat memar oleh Axel. Dion terpaksa menjadi wasit untuk melerai perkelahian kedua sahabatnya, meski harus mendapatkan Bogeman mentah dari kepalan tangan Axel.
"Sakit bang ke! berhenti tidak? apa aku kudu lapor polisi dulu baru pada kalem!" teriak Dino kesal.
"Dia yang mulai!" tunjuk Axel dengan wajah memerah karena emosi remaja itu sedang memanas.
"Dasar saiko! benar kan, kalau kamu menang hanya karena berhasil merampok kehormatan Eva yang polos? Ciuh!" kesal mendengar perkataan Aidan yang masih nyolot, Axel bersiap untuk kembali menghajar temannya itu. Namun Dion yang sigap lekas menarik tangan Axel menjauhi Aidan.
"Kalian berdua ini apa-apaan sih? dan kamu Dan, bukankah ini kesepakatan kita bersama? kenapa kamu jadi kesal gini sih? kamu tidak rela motormu di berikan sama Axel? oke, aku ganti. Kelarkan? awas saja masih berantem gara-gara masalah sepele seperti ini. Kekanakan tau tidak!?" kesal Dion nampak tersulut emosi.
Pemuda itu merogoh ponselnya lalu membuka aplikasi M-banking. Tak lama notifikasi pun berbunyi di ponsel Aidan.
Aiden merogoh sakunya lalu meraih ponselnya. Tatapan datar tak terbaca terpampang jelas di wajah pemuda tampan itu.
"Bukan perkara rela tidak rela. Motornya aku bisa kasih percuma, aku tidak butuh uang ganti dari siapapun." Ketus Aidan meninggalkan kedua sahabatnya yang masih dalam keheranan akan sikap Aidan yang tiba-tiba berubah drastis.
"Dia kenapa? sakit jiwa?" cetus Axel yang masih memendam kekesalan terhadap sikap labil Aidan padanya.
"Sembarangan kalau ngomong! mungkin Aidan sedang ada masalah di rumahnya. Kamu lupa, papa sama mamanya baru saja habis berpisah? mungkin Aidan sedang kesal sama keadaannya jadi melampiaskan sama kita. Udah lah, jangan terlalu di pikirin. Besok juga paling udah baikan lagi moodnya. Balik yuk, lagi kere nih aku." Seloroh Dion yang memang terkenal paling netral di antara mereka.
"Oya, terus hubungan kamu sama Eva udahan habis unboxing hari ini?" tanya Dion penasaran. Pasalnya sahabatnya itu melakukan pendekatan selama dua bulan hingga akhirnya bisa berpacaran dengan Eva yang pendiam. Dan hubungan mereka baru berjalan tiga bulan tepat hari ini, di mana puncak taruhan akan berakhir.
Namun Axel berhasil memenangkan taruhan tersebut serta bukti kongkret yang dia miliki.
Bukannya Axel berasal dari keluarga tak mampu, namu jiwa remaja yang masih labil dan selalu memiliki ambisi sebagai seorang pemenang. Axel mau melakukannya. Eva gadis tercantik di sekolah, sejak masuk ke ke sekolah menengah atas, begitu banyak remaja pria berusaha untuk merebut hati gadis itu. Namun tak ada yang berhasil.
Hingga beberapa bulan yang lalu, Axel, Aidan dan Dion melakukan sebuah taruhan. Siapa yang berhasil mendapatkan mahkota gadis itu dalam kurun waktu tiga bulan di luar pendekatan. Maka akan memenangkan uang senilai 20 juta rupiah, serta motor ninja keluaran terbaru milik Aidan yang baru di beli oleh papanya.
Axel pun setuju, dari permainan gunting batu kertas. Axel maju sebagai yang pertama mendekati Eva. Lalu di susul Aidan jika dirinya kalah dalam meraih hati gadis itu sepenuhnya.
Sayang, nampak nya nasib baik belum berpihak pada Aidan. Mungkin itu yang membuat remaja tanggung itu marah.
"Putus, apa lagi. Bukankah taruhan kita sudah selesai?" ucap Axel enteng. Dion sampai ternganga mendengar kalimat tak berperasaan tersebut. Meski dirinya breng sek, namun tak tega rasanya melihat gadis sebaik Eva di campakkan bagai sampah oleh sahabatnya.
"Yakin? memangnya kamu sama sekali tidak merasakan perasaan apa-apa selama beberapa bulan ini?" tanya Dion memastikan. Berharap Axel memikirkan dampak yang akan Eva alami jika dirinya di tinggalkan begitu saja.
"Tidak!" jawaban lugas tanpa berpikir panjang yang keluar dari mulut Axel, membuat Dion hanya bisa menggeleng pasrah.
"Terserahlah. Ingat, penyesalan penyakit hati yang selalu muncul di belakang permainan. Sangat sulit untuk memulihkan luka batin yang di sebabkan secara sengaja. Semoga kamu tidak menjadi salah satu yang akan hidup dalam penyesalan kelak." Nasihat Dion bijak sambil menepuk bahu sang sahabat. "Aku pulang duluan, bokap sudah kirim pesan gaib perkara pengeluaran ku hari ini." Ujar Dion terkekeh kecil.
Dia yakin sang ayah pasti sedang mengamuk melihat notifikasi pengeluarannya hari ini.
Sepeninggalan Dion, Axel memandangi layar ponselnya. Di sana terpampang foto seorang gadis berseragam putih abu yang nampak begitu manis. Eva Permadi kekasihnya, yang sebentar lagi akan menjadi mantan kekasih.
"Sorry Va, kita jalan masing-masing setelah ini. Aku tidak bisa terus bersamamu karena cara kita bersama sudah salah sejak awal." Axel yang sengaja datang ke sana menggunakan taksi setelah menitipkan mobilnya di rumah sang paman yang tak jauh dari sana, dia mulai mengemudikan motor hasil taruhannya dengan seringai penuh kemenangan.
Tak ada yang dapat menolak gejolak jiwa remaja. Termasuk Axel. Remaja itu selalu tak ingin terkalahkan dalam hal apapun, termasuk untuk mendapatkan kehormatan seorang gadis polos seperti Eva.
Sadar jika Aidan juga menaruh perhatian pada Eva sejak hari MOS pertama. Axel tak ingin menyia-nyiakan kesempatan. Dia ingin menunjukkan, jika seorang Axel Nugraha adalah seorang pemenang.
Di kediaman mewah namun di bilik yang sangat sederhana, seorang gadis menggigil kedinginan. Suhu tubuhnya panas tinggi namun dirinya justru merasa kedinginan yang amat sangat.
"Ya Allah non, kok bisa tiba-tiba demam begini..." lirih wanita paruh baya di samping ranjang Eva. Wanita itu memilih duduk di lantai karena takut ranjang tersebut ambruk, karena memang sudah tidak begitu kokoh.
"Bik Siti tidur saja, aku tidak apa-apa kok. Besok juga sudah baikkan lagi seperti biasanya." Ujar Eva nyaris tak terdengar. Begitu lirih.
Air mata bik Siti mengalir deras kala melihat bagaimana anak majikannya itu berusaha setegar karang, padahal dirinya hanyalah rumput laut yang rapuh.
"Bibik tidak apa-apa non, tidur saja. Bibik bakal temani non di sini malam ini. Noh, bibik sudah bawa kasur lipat kesayangan bibik kemari." Ujar wanita itu mencoba berseloroh di tengah situasi yang miris tersebut.
Tak ada yang peduli jika gadis itu mati atau tidak. Karena sang tuan majikan teramat sangat membenci gadis tak berdosa itu hingga ke tulang-tulangnya.
Eva tersenyum sebelum akhirnya memejamkan kedua mata sayunya yang nampak cekung.
"Tidurlah non, bibik di sini jagain non Eva." Bisik bik Siti mengusap rambut tebal Eva penuh kasih.
"Apa nyonya melihatnya? non Eva begitu banyak menderita setelah nyonya pergi. Kenapa non Eva yang di salahkan untuk kesalahan yang tidak dia lakukan nyonya? kenapa tuan begitu kejam memperlakukan putrinya sendiri seperti ini? bibik sakit melihatnya nyonya, tolong lunakkan hati keras tuan Bramantyo. Kenapa nyonya lebih memilih mengorbankan non Eva yang tau apa-apa?" Ujar bik Siti terisak pelan. Karena takut mengganggu istirahat sang nona kesayangan.
TBC
Tak bosan author mengingatkan untuk mentap icon LOVE agar author semakin giat update nya.
Luv You para kesayangan kak Rose_Ana