Ketika aku berbisik pada Bumi, Langit menjawab Membuka semua jalan, meski terjal kini sedang aku lewati. Meski tak mulus, kini sedang aku hadapi. Ketika aku memandangnya, aku sadar wajah manis nan menggemaskan itu kini beranjak dewasa. Betapa menyesalnya kami melewatkan pertumbuhannya. Ketika aku membayangkan segala reaksi yang di keluarkannya nanti, mungkin saja penolakan akan terjadi dan kami harus siap dengan hal itu. Sayang, Mama tahu. Mama dan Papa banyak sekali salah padamu. Tapi ketahuilah, kami sedang berusaha untuk memperbaiki kesalahan kami padamu. Love, Mama . . . Mai menutup bukunya sambil menunggu Aliya berganti baju di kamar mandi, dia mau melalukannya sendiri dan tidak ingin di bantu jadi Mai hanya menunggu saja. "Tante..." pang

