Mai bersikukuh tak mau mengurangi jadwal praktiknya lagi setelah kemarin sudah sangat dikurangi saat Kanika tinggal dengannya. Bahkan Hardi sudah berulang kali meminta hal yang sama namun Mai mengabaikannya sampai mereka sering berdebat jika membahas hal yang sama terus menerus. Seperti saat ini, entah sudah pasien ke berapa yang Mai tangani. Belum nanti harus visite lalu memberi bimbingan untuk anak koasnya, selalu begitu setiap harinya. Aliya bahkan sudah bosan mengingatkan Mamanya, jika tidak keras kepala bukan Mai namanya. Ada jeda 10 menit untuk istirahat, Mai menyandarkan tubuhnya di punggung kursi setelah melepas snellinya. Hari ini rasanya panas sekali padahal AC di ruangannya sudah cukup dingin. Mai membuka ponselnya, ada banyak sekali notifikasi yang muncul dan yang

