A few weeks later... Mai dan Hardi sesempat mungkin ikut mengurus semua keperluan serta surat-surat yang di butuhkan untuk hak asuh Kanika. Berkas sudah ada dan lengkap bahkan dinas sosial sudah datang ke rumah untuk menilai apakah pantas Mai dan Hardi diberikan hak asuh untuk menjadi orang tua dari Kanika. Mai masih tak habis pikir jika mengingat alasan kenapa Kanika bisa ada di panti asuhan dan di letakkan begitu saja di teras dengan cuaca dingin, hujan hanya dengan berbalutkan selimut tipis juga baju seadaanya. Allah... Mai bahkan sudah bertahun-tahun menanti momongan lagi, Adik untuk Aliya saja Allah belum memberinya lagi sementara orang lain dengan mudahnya membuang seperti itu seakan tak di butuhkan. Segala macam usaha sudah di lakukannya, dari yang alami sampai y

