“Kamu sedang mencoba mengolok-olok diriku?” Stefi naik pitam. Warna merah mulai menyebar di wajah dan membuatnya terlihat kompak dengan gaun yang ia kenakan. “Kurang ajar!” Aku mengangkat kedua tangan, memosisikan tepat di depan wajah. “Eits jangan ngamuk dulu,” kataku mencoba menenangkan bara kemarahan dalam diri Stefi. “Aku serius, Kak. Sungguh dari dalam hatiku yang terdalam menginginkan kesuksesan hubungan kalian berdua. Tidak ada ejekan maupun hinaan.” “Omong kosong,” Stefi mendengus. “Kamu sama saja dengan cewek Lawrence itu. Sebelas dua belas. Nggak ada bedanya.” Jelas beda! Stefi dan Flora sama-sama berasal dari kelas s*****l seksi, sementara aku berasal dari negeri liliput! Ibarat novel genre milikku keluarga bahagia sementara mereka berdua romansa e****s! Dilihat dari sudut m

