“Adel, Kakak nggak ngerti jalan pikiranmu.” Tadaaa sampai di apartemen, Jamie menangkap basah diriku bersama Morgan. “Kamu lupa nengok ponsel? ADEL?” Kebetulan Jamie berencana mengunjungiku. Biasa. Urusan dapur dan perut. Alhasil dia terpaksa menunggu kami pulang. Dengan kata lain, terjebak di depan pintu selama kira-kira sepuluh menit. Cih padahal Jamie masih jauh lebih baik daripada Loki yang terjebak sekian menit di suatu ruangan dan HARUS menunggu Thor dan Doctor Strange selesai ngerumpi. Abang yang satu ini gampang naik darah. Jamie langsung meraih kantong belanja dari tangan Morgan dan menyuruhnya pulang. Aku sempat membujuk agar memperkenankan Morgan minum sebelum pulang, tetapi Jamie telanjur berada pada mode “ngamuk” karena merasa kecolongan. “Kamu temuin dulu ayahnya Adel,”

