Nakal Tapi Cerdas

1297 Words
▪▪▪ Hyun-Ra berjalan tergesa-gesa menjauhi lift dan langkahnya melambat setelah beberapa meter. Ia merapikan kemejanya yang sedikit berantakan sambil menormalkan napasnya yang memburu karena lonjakan emosi. Ia merasa spot jantung dan semua itu gara-gara Cho Kyuhyun! Pria kurang ajar yang sangat menyebalkan itu! Hyun-Ra menarik napas dalam-dalam kemudian melanjutkan langkahnya. Tuan besar Cho dan Daehyun tampak sedang berbincang-bincang di depan ruang meeting, dan Hyun-Ra langsung membungkuk hormat ketika sampai di hadapan kedua bosnya itu. "Selamat siang, Presdir, saya membawa berkas-berkas yang Anda butuhkan." Hyun-Ra menyerahkan beberapa map yang didekapnya sedari tadi kepada Daehyun. Pria itu meraihnya, tetapi matanya memancar rindu. Daehyun merindukan kekasih mungilnya itu. "Apa semua sudah lengkap?" tanya Daehyun. "Ya, Presdir, saya sudah mengecek ulang." "Baiklah. Dan berhubung sekretarisku hari ini tidak bisa hadir, aku ingin kau mendampingiku di rapat sebentar lagi." Hyun-Ra mengerjap. "S—saya?" "Ya, kau." Hyun-Ra berusaha menguasai situasi. "B—baik, Presdir." "Persiapkan semuanya, lima menit lagi rapat dimulai." "Dan apakah aku harus membawa pendamping juga?" Tiba-tiba suara Kyuhyun terdengar dan pria itu sudah berada di belakang Hyun-Ra. "Karena kalau iya, aku bisa memintanya menjadi pendampingku juga dan kita bagi dua." Tatapan Daehyun seketika penuh ancaman, dan itu membuat Kyuhyun menyeringai geli. "Kau cukup hadir dan pelajari semua yang dilakukan kakakmu, Kyu," ucap ayahnya. "Ya ya, aku sudah tahu, dan aku sudah hadir seperti keinginan Appa." Lalu Kyuhyun berlalu begitu saja dan masuk lebih dulu ke ruang meeting, membuat ayah dan sang kakak harus extra sabar dalam menghadapi Kyuhyun yang sering bersikap seenaknya. Beberapa menit kemudian rapat akhirnya dimulai. Dan inilah saat di mana kita bisa melihat keindahan luar biasa ini langsung di depan mata, bagaimana Cho Daehyun dan Cho Kyuhyun yang tampak seperti dua pangeran identik yang sama-sama menguarkan racun pelumpuh bagi lawan jenisnya, terlihat indah dan memukau, terlihat penuh pesona meski dengan aura mencekam yang akan membuat dada berdebar-debar. Sementara Tuan besar Cho menyimak pembahasan dari beberapa pembicara, Cho Kyuhyun justru merasa jenuh harus berada di tengah-tengah suasana membosankan seperti ini. Satu-satunya yang membuatnya mau bertahan karena ada Shin Hyun-Ra di seberang sana, duduk di samping kakaknya dan mencatat hal-hal penting yang sedang menjadi pembicaraan. Sedangkan Daehyun jangan ditanya, kakaknya itu seperti begitu menikmati pekerjaannya dan selalu total untuk apapun yang menyangkut tentang masa depan perusahaan. Kyuhyun mengamati Hyun-Ra dalam lirikan mautnya, melihat gadis itu lebih menarik dari hal apapun yang ada di ruang meeting ini dan tiba-tiba tatapan Kyuhyun berubah nakal. Dan saat Hyun-Ra menyadari lirikan menyebalkan pria itu, ia hanya bisa mendengus sambil mencoba mengabaikan meskipun ia jelas saja kesulitan. Tuan Cho memergoki sikap ogah-ogahan Kyuhyun dan raut main-main nya, membuat beliau merasa harus menarik Kyuhyun penuh ke dalam lingkaran, atau bisa-bisa putra kembar bungsunya itu justru akan melompati garis dan keluar dari pusatnya. Karena Kyuhyun mau datang ke perusahaan, itu sudah merupakan suatu kemajuan yang begitu mengagumkan. Tuan besar Cho berdeham. "Kyuhyun, apa saranmu dengan semua penjelasan dari para pembicara hari ini?" Kyuhyun langsung mengernyit malas. Sudah jelas ayahnya ingin menariknya agar terfokus pada rapat ini, dan itu membuatnya semakin jengah. Lalu Kyuhyun mulai menjawab dengan ide versinya; "Jadikan minuman ini menyehatkan, rendah kalori dan percantik tampilan kemasannya. Tetapkan menjalankan bisnis yang sukses dengan terus memberikan dampak yang baik bagi masyarakat. Pendekatan kita adalah dengan fokus kepada drive shareholder value. Artinya, dengan menyatukan komitmen terhadap masyarakat dan lingkungan dalam menjalankan bisnis, kita akan mampu untuk memproduksi produk kita secara lebih ekonomis, efisien, menarik lebih banyak tenaga berkualitas dan menjalankan strategi pemasaran di seluruh dunia." Kyuhyun menatap semua anggota dan mereka menyimak dengan sungguh-sungguh apa yang ia jelaskan. Kyuhyun melanjutkan, "Human sustainability, environmental sustainability, dan talent sustainability. Maksudnya, memproduksi produk yang menyehatkan dan memberi nutrisi kepada masyarakat, melakukan manajemen dan membuat produk kita ramah lingkungan, serta bekerja sama dengan masyarakat untuk memberikan peningkatan SDM sebagai wujud kepedulian kita." "Lalu langkah apa yang akan kita ambil untuk pemasarannya?" Salah satu anggota rapat yang berasal dari Taiwan bertanya pada Kyuhyun. Dan Kyuhyun kembali menjawab dengan penjelasannya. "Kita bisa menggunakan lokasi acara sebagai bagian dari inspirasi desain kita, menampilkan salah satu aspek produk, seperti warna, serta menggunakan perbandingan dan menunjukkan bagaimana cara kita memudahkan hidup pelanggan. Kita juga bisa menggunakan ikon terkenal atau model cantik untuk menarik perhatian." Kyuhyun berhenti sejenak sebelum kemudian melanjutkan bicaranya. "Jika perusahaan-perusahaan lain berhasil meraih sukses dengan meningkatkan kemampuan teknis mereka seperti inovasi produk dan efisiensi biaya, kita bisa mendongkrak sukses dengan mempersiapkan atau memperbaiki soft skills. Contohnya dengan merekrut leader lokal. Karena para pemimpin lokal inilah yang lebih mengerti pasar yang dilayani oleh kita. Kita bisa menggandeng restoran-restoran agar mereka juga mau menawarkan produk minuman kita untuk menjadi pendamping makanan yang mereka tawarkan." Kyuhyun menegakkan tubuh dari bersandarnya. "Sebenarnya ada banyak cara yang bisa saya jelaskan untuk pemasaran nanti, step by step, karena pertemuan kita tidak hanya sampai disini. Dan saya yakin, dengan semua kematangan yang akan dilakukan ini, kita akan siap meluncurkan produk baru dan siap untuk melakukan persaingan di dunia luar." Seluruh anggota rapat seketika bertepuk tangan penuh persetujuan dengan penjelasan Si bungsu yang sedari tadi terlihat ogah-ogahan. Bahkan Tuan Cho sendiri tidak menyangka Kyuhyun mampu menjelaskan itu semua, dengan idenya tanpa bantuan, tanpa catatan atau persiapan, dan juga tanpa pembicara. Kyuhyun mengutarakan apa yang sedang ada di kepalanya saat itu juga dan mampu melancarkan meeting penting yang dihadiri beberapa pemegang saham dari berbagai negara ini. Dan pertemuan itu kemudian berakhir dengan kepuasan bersama. Tuan Cho menghampiri Kyuhyun setelah semua anggota pergi. Beliau tersenyum bangga. "Appa senang hari ini kau datang dan menyelesaikan meeting ini." "Tapi bukan berarti aku bersedia beralih ke perusahaan dan meninggalkan kehidupanku yang Appa tidak suka." Tuan Cho mengangguk. "Kali ini kau boleh melanjutkan, tapi nanti Appa yakin, Appa lah yang akan menjadi pemenangmu." "Terus saja Appa berharap." Tuan Cho menepuk bahu Kyuhyun dengan sikap bersahabat. "Appa pulang dulu, dan tetap pelajari semua hal tentang perusahaan." Lalu kemudian beliau pergi. Kyuhyun mendengus, kesal karena ayahnya masih bersikeras tetap di keputusannya. Namun ia tidak ingin kalah. Jika ayahnya begitu keras ingin merenggutnya, maka ia pun bisa lebih keras untuk mempertahankan dirinya. Kyuhyun hendak berbalik tapi terhenti saat menangkap sosok Daehyun dan Hyun-Ra berjalan mendekat. Daehyun tersenyum, dan itu membuat Kyuhyun bertambah sebal. "Ternyata kau tidak hanya jenius dalam bermain piano," gumam Daehyun. "Dan tidak perlu memuji jika akhirnya kalian tetap ingin memaksaku." Kyuhyun merengut bosan, namun kemudian tatapannya jatuh pada Hyun-Ra yang berada di belakang Daehyun. "Apa kau tidak sedang sibuk, Calon kakak ipar? Maukah kau menemaniku makan siang?" "Jangan macam-macam dengannya!" Senyum Daehyun langsung berubah ancaman garang. "Ingat, dia calon kakak iparmu dan jangan main-main dengannya!" Kyuhyun jadi terkikik dan kekesalannya sedikit menguap. "Ternyata kau adalah pria pencemburu, ya?" Kikikan Kyuhyun berubah tawa menyebalkan. "Tenang saja, aku hanya bercanda. Lagipula aku mengantuk dan berniat tidur di ruanganmu sampai jam kerja berakhir." Kyuhyun berbalik dan melanjutkan langkahnya yang tertunda tadi. Daehyun menatap Hyun-Ra, menyadari keadaan sekitar tidak ada pegawai yang melihat, ia mengangkat tangannya dan menyentuh pipi gadisnya, mengelusnya dengan sayang. "Jangan tanggapi kejahilan adikku kalau dia iseng dan membuatmu kesal. Dia memang seperti itu orangnya." Dan andai saja kau tahu bahwa kejahilan adikmu itu sudah begitu keterlaluan... Hyun-Ra menahan dorongan untuk mengatakan itu. Ia hanya mengangguk dan tersenyum berusaha memperlihatkan sikap memaklumi. "Jangan khawatir, aku akan memaafkannya sekalipun dia begitu menyebalkan." Dan sekalipun keinginan untuk mencekik Cho Kyuhyun sampai mati jauh lebih mendominasi. "Aku tahu kau pasti akan sabar menghadapinya." Daehyun tersenyum, matanya seketika memancar penuh cinta. "Sekarang kembali lah ke ruanganmu dan tunggu aku saat pulang nanti." Hyun-Ra mengangguk, menurut, berbalik untuk kembali ke tempatnya dan ia tahu Daehyun masih mengamatinya hingga ia masuk ke dalam lift. Daehyun yang begitu baik dan tiba-tiba Hyun-Ra jadi teringat pada mimpinya semalam. Lagi, Hyun-Ra merasa heran dan tidak habis pikir, Bagaimana bisa ia salah pilih dan menerima uluran Kyuhyun? Cho Kyuhyun... Pria menyebalkan yang memang pantas untuk dicekik itu?
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD