bc

Tears Of Love

book_age0+
68
FOLLOW
1K
READ
possessive
like
intro-logo
Blurb

Semua usaha mereka untuk berdalih sia-sia belaka. Dengan keadaan yang terhampar, kenyataan yang tersadar, dan perasaan yang tak dapat dielak lagi.

Ketika Hyun-Ra tinggal seorang diri dan hidup sebatang kara, Tuhan memberinya seorang kekasih dalam bentuk Daehyun yang begitu baik dan penuh kasih sayang, menghormati dan menghargainya seolah Hyun-Ra adalah berlian indah yang berkilau-kilau. Dan itu membuat Hyun-Ra bersyukur dan tak ingin setitik pun menyakiti hati kekasihnya. 

Namun saat Daehyun mengenalkannya pada adik kembarnya, Kyuhyun, di situ Hyun-Ra tahu bahwa pertemuan itu tidak akan membawa kebaikan. Adik kembar Daehyun ternyata cukup buruk, menyebalkan dengan sikap arogannya, serta sering melecehkannya dengan memeluk atau pun menciumnya tiba-tiba, dan itu membuat Hyun-Ra menahan kekesalan bahkan berpikir untuk mengadukan pada Daehyun tapi ia tidak bisa melakukannya.

Banyak momen yang terjadi dan sering membuat Hyun-Ra bingung dengan perubahan sikap Daehyun. Di satu sisi pria itu kaku dan lebih sering menampakkan raut serius daripada mencairkan suasana dengan canda tawa. Namun di satu sisi yang lain aura Daehyun justru terlihat liar, terkesan nakal dan membuat Hyun-Ra lebih berdebar-debar.

Sampai satu kebenaran telah mengejutkan Hyun-Ra, bahwa Daehyun yang panas ternyata adalah Kyuhyun yang sedang menyamar untuk memperdayanya, untuk melumpuhkan dan menjerumuskannya. 

Hyun-Ra lemah, tak kuasa untuk melawan, hingga kemudian ia benar-benar terjerumus dan lumpuh tak berdaya.

Lalu apa yang akan Hyun-Ra lakukan ketika ia menyadari ada benih-benih cinta yang tumbuh tanpa sadar pada adik kembar kekasihnya? Ketika pada akhirnya hatinya berubah haluan dan tercuri sepenuhnya?

chap-preview
Free preview
Tentang Daehyun dan Kyuhyun
▪▪▪ "Kau harus mulai belajar mengelola perusahaan, Kyu, membantu kakakmu. Selama ini sudah cukup Appa membiarkanmu dengan semua hobimu itu, tapi sekarang kau harus mulai belajar." Kyuhyun menghentikan makannya dan menatap ayahnya di ujung meja. Sekarang ia sedang makan malam bersama keluarga, ibunya, dan juga kakak kembarnya, Cho Daehyun, tapi ayahnya tiba-tiba merusak selera makannya. "Appa, aku bukan Kyuhyun lima belas tahun yang hanya hobi bermain piano, tapi ini sekarang adalah hidupku, sudah menjadi daging di tubuhku. Aku rasa Daehyun selama ini mampu mengelola perusahaan seorang diri, tidak perlu aku. Lagipula aku tidak suka menjadi CEO dengan jas dan dasi yang menyebalkan itu, membuatku gerah!" "Tapi itu adalah kodratmu." "Tidak! Bagaimanapun Appa memaksaku, aku tidak akan berubah keputusan. Sekarang aku adalah pianis handal, Appa, bayaranku mahal, dan aku bahkan jadi kaya raya dengan hobiku yang Appa tidak suka itu. Aku menjadi pengajar di beberapa sekolah, di universitas, dengan konser di mana-mana, Appa bisa bayangkan bagaimana mungkin aku meninggalkan itu semua?" "Kau bisa meninggalkannya perlahan-lahan, dan Appa tetap lebih suka kalau kau terjun ke perusahaan dan mengelola apa yang sudah menjadi warisan kalian." "Aku berikan warisan itu pada Daehyun, dan semua itu sekarang miliknya." "Kyuhyun!" Akhirnya Tuan Cho habis kesabaran dan beliau membentak. "Appa tidak suka kau terus membantah! Bagaimanapun juga, suka atau tidak, kau harus mulai menginjakkan kakimu di perusahaan dan pelajari semua yang harus kau tahu!" Kyuhyun langsung bangkit berdiri dengan suara denting sendok yang ia banting di piringnya. "Terus saja Appa memaksaku, dan aku tidak akan pernah menurutinya!" Kyuhyun beranjak pergi meninggalkan meja makan dan naik tangga dengan tergesa. Masih bisa didengarnya teriakan marah ayahnya yang tidak mau mengalah. "Besok kau sudah harus ada di perusahaan! Ingat itu, Cho Kyuhyun!!" Dan Kyuhyun membanting pintu kamarnya hingga suara berdebum. Ia duduk di ranjangnya dengan napas memburu, kesal bercampur muak. Muak jika harus terus menerus dipaksa seperti ini. Ia dan Daehyun memang kembar identik, tapi selain wajah dan tubuh, tak ada kesamaan apa pun lagi dalam dirinya dan Daehyun. Jika kakak kembarnya itu menyukai keseriusan, namun Kyuhyun tidak. Kyuhyun lebih dikenal penuh canda, jahil, selalu mempunyai topik keisengan untuk menunjukkan keusilannya, arogan, nakal, tidak mau mengalah, suka seenaknya dan sering membangkang. Sedangkan Daehyun berbeda, semua yang ada di diri Daehyun justru berkebalikan dari sifat Kyuhyun. Kalau Kyuhyun sulit diatur jika semua hal yang dilimpahkan padanya bertolak belakang dengan keinginan hatinya, tetapi Daehyun adalah sosok kakak yang patuh dan lebih menuruti semua keinginan ayahnya, tak terkecuali meski pun itu akan menjadi bebannya. Selama setahun ini ayahnya terus memaksanya untuk belajar menjadi CEO dan meninggalkan kehidupan pianisnya di tengah kilau gemilang kariernya di dunia musik. Bahkan sekali pun kekayaan hasil kejeniusan Kyuhyun dalam bermain piano mampu membeli semua aset perusahaan ayahnya yang berjejer di mana-mana, itu tidak sedikit pun melunturkan sikap keras ayahnya untuk membiarkannya tetap dengan kehidupannya. Dan sejauh ini Daehyun lah yang sering menolongnya, membujuk ayahnya dan juga menenangkan dirinya. Daehyun lah yang menjadi pendingin di setiap perdebatan panas antara ia dan ayahnya. Daehyun yang selalu menjaga dan memberi nasehat jika Kyuhyun melakukan kesalahan tanpa harus membuatnya lebih merasa kesal. Dan Daehyun juga lah yang menjadi penopang ketika Kyuhyun terjatuh dan butuh sandaran. Jadi keseluruhan, Daehyun benar-benar seorang kakak yang seharusnya mampu menjadi panutan Kyuhyun untuk mengikuti jejaknya. Pintu kamarnya diketuk dan Kyuhyun mendongak dari tundukannya. Ia mengernyit. "Siapa?" "Aku." Suara Daehyun. Kyuhyun mendesah. "Masuklah. Pintunya tidak dikunci." Lalu Kyuhyun kembali pada tundukannya. Daehyun masuk, berdiri beberapa meter dari ranjang Kyuhyun dan mengamati adiknya. "Kau tidak perlu menenangkanku lagi," gumam Kyuhyun dalam tundukannya. "Aku sudah kebal dengan semua paksaan Appa dan aku baik-baik saja." "Kali ini memang tidak," sahut Daehyun. "Aku kemari justru ingin memastikan kau akan menuruti Appa atau tidak." Kyuhyun langsung mendongak. "Apa sekarang kau mulai berpihak pada Appa? Sampai kapan pun aku tidak akan menginjakkan kakiku di perusahaan! Itu bukan tempatku! Dan aku tidak peduli dengan warisanku! Aku bisa kaya raya dengan hasil jerihku sendiri!" Daehyun menghela napas berat, ia mendekat dan duduk di samping Kyuhyun, menatap adiknya yang berpaling kesal. "Kyu, ini bukan tentang kekayaan, bukan juga tentang warisan. Tapi Appa hanya lebih suka kalau kita menjadi sepertinya. Dalam duniamu sekarang kau selalu terlibat skandal dengan berbagai perempuan, meskipun aku sangat yakin kalau mereka lah yang mengejar-ngejarmu." "Kau sudah tahu sendiri aku hanya mengisengi mereka, aku tidak tertarik pada artis-artis itu!" "Tapi keisenganmu itu terkadang membuat Appa malu pada kolega-koleganya yang bertanya langsung. Selalu saja mereka menanyakan kenapa kau tidak sepertiku saja, dan itu yang terus memicu Appa." Kyuhyun diam, masih berpaling. Dan Daehyun melanjutkan. "Bahkan kemarin ada seorang perempuan yang datang ke rumah ini, menemui Eomma, mengaku kalau kau sudah mencampakkannya dan membuat Eomma sedih. Terlebih para wartawan gila itu yang selalu bertenda di luar gerbang dan menunggu siapa pun keluar dari rumah ini untuk mengorek informasi. Belum lagi dengan semua channel TV yang selalu menayangkan berita skandal cintamu." "Sudah kubilang aku tidak mencintai mereka!" "Lalu apa lagi sebutannya? Skandal keisenganmu?" Kyuhyun mendengus kasar. "Dengar, Dae, apa pun yang akan kau dan Appa katakan, aku tetap pada pendirianku. Kalian tidak bisa merenggutku dari duniaku. Dan untuk warisan, aku serahkan semua itu padamu." "Kyuhyun!!" Daehyun membentak, sama seperti ayahnya yang langsung emosi jika Kyuhyun berkata tidak peduli dengan warisannya. "Sedikit saja kau pikirkan perasaan Appa, lihat wajah lelahnya, wajah sedih Eomma!" "Dan apa itu berarti perasaanku sendiri tidak berarti?" Lagi-lagi Daehyun mendesah, membujuk Kyuhyun tentang ini memang akan berakhir pada perdebatan yang tidak ada ujungnya. Kyuhyun terlalu keras pendiriannya, sama seperti ayah mereka. Daehyun beranjak berdiri, mengamati adiknya yang kali ini tidak mau menatapnya. "Kuharap besok kau mau untuk berkunjung ke perusahaan, sebentar saja, karena tempat itu tidak seburuk dan semembosankan yang kau kira." Daehyun menunggu, dan Kyuhyun tidak lagi menjawabnya. "Dan aku selalu mengerti perasaanmu. Aku hanya ingin memberitahumu bahwa ada yang lebih berarti dari perasaan kita berdua, yaitu perasaan orang tua kita. Sedikit saja korbankan perasaanmu untuk mereka." Setelah mengucapkan itu Daehyun berjalan ke pintu hendak keluar, tapi terhenti ketika ia mendengar Kyuhyun kembali bergumam. "Apa itu yang selama ini kau lakukan?" Kyuhyun mendongak menatap kembarannya. "Kau memilih mengorbankan perasaanmu sendiri demi semua orang?" Daehyun terdiam, wajahnya tanpa ekspresi, tetapi kemudian ia melanjutkan keluar kamar tanpa menjawab pertanyaan Kyuhyun. Kyuhyun tergelak miris, ia sudah tahu jawabannya, Daehyun memang seperti itu, minim ekspresi dan selalu menampakkan wajah dingin, terlihat tidak peduli keadaan namun sebenarnya selalu memikirkan perasaan orang lain, dan bahkan itu di atas perasaannya sendiri. Daehyun yang baik hati dan ia justru terus saja memberinya beban. Kyuhyun mengusap wajahnya dan kembali mengingat semua ucapan Daehyun. Perasaan. Perasaannya dan orang tua mereka. Kyuhyun menoleh pada ponselnya yang berdering singkat di atas kasur, meraihnya dengan kasar. Ada pesan masuk dari asistennya. Ada skandal baru tentangmu, Kyu, model majalah panas yang bernama Gracia mengaku pada wartawan kalau kau memiliki hubungan khusus dengannya. Padahal baru tiga hari yang lalu pemain film Park Inryung juga mengaku kalian berpacaran. Para wartawan tambah memanas. Dan juga membuat ayahnya akan semakin menggila dalam memaksanya! Mulut Kyuhyun terkatup geram. Ia melemparkan ponselnya ke tempat tadi tanpa berminat membalasnya. Kali ini napasnya kembali memburu. Jika biasanya Kyuhyun akan mengabaikan dan masa bodo dengan semua gosip yang tayang tentang dirinya, namun kini tidak lagi. Ini berpengaruh pada kariernya di depan ayahnya, berpengaruh pada sejauh mana ia bisa bertahan di tengah siksaan pemaksaan-pemaksaan ayahnya. Brengsek si Gracia itu! Brengsek semua perempuan-perempuan gila itu! Kyuhyun bahkan hanya mengajak mereka makan malam—yah... meski pun ia akui memang memperlakukan mereka dengan sedikit istimewa— tapi ia tidak menyangka kalau mereka akan seberani itu mengklaim tanpa konfirmasi darinya. Dan sekarang apa yang harus ia lakukan untuk menghilangkan berita hoax itu? Kyuhyun mengacak rambutnya lalu menghempaskan tubuhnya telentang di atas kasur. Ia lelah. Lelah batin dan pikirannya. Kyuhyun memejam hingga beberapa saat yang lama, ia akhirnya tertidur.

editor-pick
Dreame-Editor's pick

bc

The Alpha's Abused Mate

read
1.2M
bc

Alpha Nox

read
102.0K
bc

Broken Mate

read
907.2K
bc

My Mate

read
1.5M
bc

Deepest Regret

read
3.5M
bc

Prince Reagan

read
6.4M
bc

Desert Heat (Complete) (Book 1 to Desert Series)

read
1.6M

Scan code to download app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook