▪▪▪
Pagi harinya Kyuhyun terbangun sendirian di ranjang Hyun-Ra dan gadis itu tidak ada di dekapannya. Kyuhyun melirik jam dinding dan ternyata masih pukul 05:10, masih terlalu pagi. Ia beranjak keluar kamar dan mencari Hyun-Ra, menemukan gadis itu tengah sibuk di dapur. Di atas meja makan sudah tersedia kopi susu dan juga roti bakar, namun Hyun-Ra masih tampak sibuk memasak.
Tiba-tiba Kyuhyun seperti sedang mengamati seorang istri yang menyiapkan sarapan untuk suaminya, tiba-tiba ia merasa seolah menjadi pasangan hidup bersama Hyun-Ra dengan kehidupan sederhana yang jauh dari kemewahan.
Dan sepertinya rasanya...
Lumayan menyenangkan.
Karena sekarang ia merasa senang dengan hanya terbangun di pagi hari dan menemukan Hyun-Ra berada di sekelilingnya.
Karena sekarang Kyuhyun merasa bahagia dengan hanya berdiri disini dan memandangi semua yang dilakukan Hyun-Ra.
"Apa kau sudah lama berada di situ?"
Kyuhyun mengerjap mendengar suara Hyun-Ra dan gadis itu sudah menatap geli ke arahnya. Kyuhyun baru tersadar kalau sedari tadi bersandar di ambang pintu sambil melamun. Ia tersenyum, tak habis pikir pada dirinya sendiri.
"Kau meninggalkanku sendirian di kamar, jadi aku mencarimu."
"Kau tidak boleh manja. Sedari semalam kau selalu terbangun kalau aku melepas pelukan."
"Lalu kenapa kau lepaskan?"
"Aku pegal." Hyun-Ra seketika jadi manyun. "Kau tidak mengizinkanku bergerak."
Kyuhyun mengusap tengkuknya sambil nyengir polos. "Maaf."
"Sekarang duduklah. Aku masih menyiapkan makanan kesukaanmu."
Kyuhyun duduk di kursi sana namun keningnya berkerut ke arah Hyun-Ra. "Makanan kesukaanku? Apa?"
"Jjajangmyeon."
Itu makanan kesukaan Daehyun, bukan kesukaannya!
Kyuhyun ingin memprotes namun tentu saja ia tidak bisa. Ia sekarang sedang berbuat jahat dengan menyamar dan mengambil kesempatan dalam kesempitan. Dan jujur saja ia merasa cemburu Hyun-Ra sedang memasak makanan kesukaan Daehyun, bukan makanan kesukaannya.
Mungkin lain kali ia bisa mengatakan kalau makanan kesukaan Daehyun sudah berubah, dan ia akan mengganti dengan makanan kesukaannya.
Yeah, ia tahu ia memang licik, dan ia tidak peduli!
Dan menyadari kesempatannya tinggal sedikit lagi, Kyuhyun tiba-tiba beranjak mendekati Hyun-Ra, memeluk tubuh gadis itu dari belakang lalu menyingkap rambutnya dan melabuhkan kecupan di kulit lehernya.
Hyun-Ra menggeliat, terkejut dengan perlakuan Kyuhyun yang tiba-tiba.
"D—Dae... Aku sedang memasak... "
"Matikan kompornya." Kyuhyun berbisik.
"T—tapi... "
"Atau kita berdua akan terbakar."
Meski sekarang ia memang sudah terbakar.
Terbakar gairah.
Tangan Hyun-Ra meraih kompor dan mematikannya, sedikit berjengit ketika Kyuhyun membalik tubuhnya dan langsung membungkamnya dengan ciuman panas. Sama seperti semalam, ciuman Daehyun kali ini terasa begitu sensual dan liar, terkesan nakal dan cukup membara. Karena Daehyun bahkan tidak pernah menciumnya dengan cara sepanas ini.
Daehyun kali ini benar-benar berbeda.
Hyun-Ra melingkarkan lengannya saat pria itu membimbingnya agar mengalung di lehernya. Dengan sedikit kesusahan karena harus berjinjit, Hyun-Ra berusaha mengimbangi ciuman Kyuhyun yang begitu intens, mendongak ketika Kyuhyun mencumbu lehernya, menyambut saat Kyuhyun kembali melumat dan menerobos masuk ke dalam mulutnya.
Ciuman ini begitu dahsyat, hingga membuat Hyun-Ra terengah kehabisan napas.
Kyuhyun membiarkan Hyun-Ra bersandar di dadanya, tenggelam dalam pelukannya dan mereka sama-sama diam. Sejujurnya Kyuhyun merutuki ketergesaannya, karena ia yakin kakaknya yang kaku itu tidak akan mencium Hyun-Ra seperti caranya yang terlalu intim. Apakah Hyun-Ra berpikir kalau Daehyun berbeda? Seharusnya ia menahan dan tidak menggunakan ciuman membara seperti itu. Tapi mau bagaimana lagi? Itu terjadi secara naluri dan membuatnya benar-benar tak terkendali.
Kyuhyun mengeratkan dekapannya saat sadar waktu semakin mengikis kesempatannya.
Kapan ia bisa mendapatkan kesempatan seperti ini lagi?
Dan ia masih harus menekan rasa penasarannya untuk merasakan bagaimana nikmatnya tubuh Hyun-Ra.
▪▪▪
Ternyata perkiraannya salah.
Setelah kebersamaan singkat dan mengesankan bersama Hyun-Ra, Kyuhyun merasa rasa penasaran itu bukannya mereda tetapi justru lebih membara. Ia pikir setelah cukup puas menikmati bibir gadis itu dalam dekapannya, pikiran sinting fantasi-fantasi liarnya akan berkurang dan ia akan mendapatkan kewarasannya lagi.
Namun ternyata tidak.
Yang Kyuhyun rasakan kini adalah ingin lagi dan lagi merasakan kembali bagaimana menyenangkannya melumat bibir Hyun-Ra bahkan Kyuhyun menginginkan lebih. Seolah kejadian beberapa hari lalu justru menambah kesintingannya dengan fantasi liarnya yang lebih menguasai.
Apakah ia mencintai Hyun-Ra?
Tidak!!
Tidak mungkin!!
Ini pasti hanya perasaan suka yang didasari nafsu. Ia pasti hanya menginginkan tubuhnya saja. Jadi nanti setelah ia berhasil mendapatkan itu, rasa tak nyaman dalam dirinya ini pasti akan pergi dengan sendirinya, dan ia bisa kembali pada kebiasaannya, bermain dengan banyak perempuan.
Tetapi...
Bayangan Hyun-Ra terlalu kuat melingkupi sehingga perempuan lainnya tidak ada rasanya lagi.
Kyuhyun menekan tuts-tuts piano dengan kasar menahan kekesalannya. Hasrat ini tidak boleh membuatnya lemah, ia tidak ingin ditindas dan ia harus sadar kalau Hyun-Ra adalah milik Daehyun, kakak kembarnya.
"Kyu, ada apa denganmu? Sedari tadi kau tidak fokus latihan, apa kau ada masalah? Kau tidak pernah seperti ini sebelumnya."
Kyuhyun tidak langsung menjawab saat managernya mendekat dan bertanya, ia justru beranjak dan meraih jaket kulit beserta ponselnya.
"Aku tidak bisa meneruskan latihan ini, Hyung, pikiranku kalut, aku tidak bisa berkonsentrasi." Kyuhyun memijit pelipisnya. "Bisakah aku pulang dulu dan beristirahat?"
"Ya, pulang dan istirahatlah. Tenangkan pikiranmu. Besok kau harus melakukan latihan, konsermu tinggal dua hari lagi."
"Akan aku usahakan."
Kyuhyun langsung beranjak dari ruang latihannya dan berniat keluar dari gedung agency. Tetapi baru di beberapa langkah, terdengar suara seorang perempuan yang memanggilnya. Langkah Kyuhyun sempat terhenti untuk menoleh, melihat Go Hye Jie, aktris papan atas yang berada di bawah naungan agency itu juga tampak melambai ke arahnya.
Dan kalau biasanya Kyuhyun akan dengan senang hati menggunakan keisengannya untuk mengencani para aktris atau pun model di sana, namun kali ini ia terlalu kalut untuk mampu melakukan keisengan seperti yang biasa ia lakukan. Pikirannya hanya dipenuhi dengan satu perempuan.
Si mungil itu.
Dan tanpa menunggu perempuan tadi yang sedang berjalan menghampirinya, Kyuhyun melanjutkan langkah dan tergesa-gesa keluar menuju mobilnya.
"KYUHYUN OPPA! TUNGGU!!"
Ia bahkan masih bisa mendengar perempuan itu terus memanggilnya.
Kyuhyun benar-benar sedang tidak ingin diganggu perempuan mana pun. Dan mungkin sepanjang sejarah, baru kali ini Kyuhyun bersikap cuek pada perempuan apalagi menghindarinya.
Ada apa dengan dirinya?
Ketika Kyuhyun sampai di rumah, ia tahu ibunya pasti sedang berada di taman belakang merangkai bunga. Kyuhyun langsung menuju kamar nya karena orang rumah juga sedang pergi. Daehyun berada di kantor sedangkan ayahnya berada di luar kota untuk urusan bisnis.
Kyuhyun meraih handuk lalu masuk ke kamar mandi, ia butuh berendam air hangat untuk melenturkan otot-ototnya.
Sekaligus menenangkan diri dari berbagai kecamukan gila yang sedang merajai otaknya.
Setelah mengatur temperatur air, Kyuhyun mulai merendam tubuhnya di jacuzzi yang berada di kamar mandi mewahnya. Ia bersandar nyaman, mulai merasakan relaks dan tanpa tahan Kyuhyun memejamkan mata.
Tetapi kemudian Kyuhyun mengernyit gusar ketika wajah Hyun-Ra justru muncul di dalam kegelapan pejaman matanya. Gadis itu tampak cantik dan manis meski dengan wajah cemberut.
Dan andai saja gadis itu sekarang berada disini, di dalam kamar mandinya... Berendam bersamanya sambil melakukan hal menyenangkan dengannya...
Kyuhyun mendesah, menyerah untuk mengenyahkan Hyun-Ra dan bayangan gadis itu tetap saja memenuhi pikirannya.
Hyun-Ra yang mungil,
Hyun-Ra yang menggemaskan,
Dan Hyun-Ra yang memiliki bibir manis hingga membuatnya ketagihan.
Padahal gadis itu lebih sering menampakkan wajah kesal dari pada tersenyum kepadanya, tapi tetap saja ia masih menyukainya.
Apa ia tidak bisa menemukan gadis lain selain gadis mungil yang menyebalkan itu?
Dan sekarang wajah cemberut Hyun-Ra terus saja menari-nari di benaknya.
Lepas!
Lepaskan!!
Bayangan Kyuhyun mulai menjalar kepada momen disaat ia memegang tangan gadis itu, menikmati rontaan dan suara paniknya, dan itu sungguh-sungguh sangat menghiburnya.
Bahkan kini, semua kata-kata galak Hyun-Ra mulai terdengar silih berganti di kepalanya.
Jangan selalu mengucapkan kata itu pada saya!
Saya tidak berminat menerima ajakan anda!
Silahkan anda ajak saja perempuan lain!
Tetap di situ!
Jangan macam-macam atau saya akan berteriak!
Cho Kyuhyun, aku bilang jangan mendekat!!
Dada Kyuhyun berdetak cepat, suara kemarahan gadis itu terasa begitu indah, membuatnya jadi tidak waras.
Kau tidak akan meminta itu pada perempuan lain, kan?
Aku takut kau bersama perempuan lain...
Kyu, jangan tidur, Kau bisa tenggelam!
Kyuhyun tersentak dan ia membuka mata dengan tergeragap, mengamati sekeliling dan ia masih berada di kamar mandinya, dengan setengah badan yang sudah merosot ke dalam air.
Kyuhyun langsung menegakkan tubuhnya, sedikit kebingungan karena efek tidur-tidur ayamnya dan suara Hyun-Ra di pikirannya yang mengejutkannya.
Dengan cepat Kyuhyun bangkit, sedikit limbung karena masih terkejut, lalu meneruskan mandinya di bawah kran shower hingga kemudian keluar dari sana.
Tubuhnya sudah terasa nyaman sekarang, seolah persendiannya yang sakit sudah diluruskan.
Tetapi hatinya justru terasa letih.
Kyuhyun termenung sejenak, lalu memukul kepalanya sendiri dengan kesal.
Shin Hyun-Ra, pergilah kau dari pikiranku!
Apa kau tidak bosan berada di sana berlama-lama?
Kyuhyun mendengus kasar, putus asa mengusir bayangan gadis itu.