Adik Sialan!

1229 Words
▪▪▪ Hyun-Ra mengaduk adonan di dalam panci sambil sesekali mengamati warnanya apakah perlu ditambah atau tidak. Beberapa saat lalu Nyonya Cho berpamit pergi ke supermarket untuk membeli bahan yang kebetulan habis, Daehyun mengantarnya dan Nyonya Cho bilang tidak akan lama. Sebenarnya bisa saja menyuruh pelayan yang berbelanja agar Nyonya Cho tidak perlu lelah, namun beliau lebih ingin pergi sendiri karena menurut beliau pelayan bahkan kadang salah dalam memilih. Hyun-Ra meletakkan adonan itu dan berbalik hendak ke toilet untuk kemudian menemukan sosok Kyuhyun yang sedang bersandar di ambang pintu, entah sejak kapan, dan pria itu sedang mengamatinya dengan tatapan liarnya. Kyuhyun hanya memakai kaos santai yang membalut pas tubuhnya sambil memegang botol minuman. Hyun-Ra langsung berjengit takut. Dan Kyuhyun menegak minumannya dengan mata yang terus tersorot kepada Hyun-Ra. Tiba-tiba Kyuhyun melangkah mendekatinya dan Hyun-Ra dengan refleks mundur waspada. "K—Kyuhyun, k—kau mau apa?" Kyuhyun tak menjawabnya. "Kyuhyun, berhenti di situ!" "Atau aku akan berteriak dan Daehyun akan menemukanmu!" "Kyuhyun!" Hyun-Ra merasa terdesak saat tubuhnya membentur meja di belakangnya, ia terpojok, tapi Kyuhyun masih tak berhenti. Mata pria itu terlihat menyala dan sorotannya semakin terasa liar. Hyun-Ra tak bisa bergerak lagi, ia terkepung meja dan Kyuhyun. "K—Kyu!" Hyun-Ra menahan dada Kyuhyun dan itu berhasil menghentikan pria itu. Ia mendongak dan Kyuhyun menunduk ke arahnya, tatapan mereka saling beradu. "Kenapa?" Tiba-tiba Kyuhyun bersuara. "Apa kau tidak merindukan sentuhanku? Atau paling tidak, merindukan ciumanku?" "Aku tidak pernah merindukan apa pun darimu!" "Benarkah? Atau perlu aku ingatkan lagi bagaimana rasanya lumatanku? Satu menit cukup untuk kita berciuman." "Jangan macam-macmph— " protesan Hyun-Ra hanya berupa gumaman tak berarti ketika akhirnya Kyuhyun benar-benar menempelkan bibirnya. Seperti biasa pria itu tidak pernah permisi dan selalu melakukan apa pun yang dia suka. Tangan Kyuhyun merengkuh pinggang Hyun-Ra, menarik gadis itu agar bersentuhan dengan tubuhnya. Supaya gadis itu juga tahu, bahwa dengan ciuman seperti itu dan tubuhnya sudah berhasrat hingga rasanya akan meledak seketika. Kyuhyun meletakkan botol di tangannya lalu mencengkram leher Hyun-Ra saat gadis itu melepas ciuman dan menghindar, membungkamnya dan melumatnya lagi dengan menggebu-gebu. Dan demi apa pun, bibir itu benar-benar dahsyat dan selalu membuatnya ketagihan, membuatnya terbakar hingga Kyuhyun menginginkan lebih. Kyuhyun ingin lebih. Hyun-Ra terus meronta namun tenaganya hanya berupa gerakan sia-sia, Kyuhyun justru semakin panas. "Balas lah, dan aku akan segera melepasmu." Kyuhyun berbisik, membuat usaha Hyun-Ra mendorong dadanya terhenti seketika. "Atau kau melawan dan aku akan terus menciummu, sampai Daehyun dan Eomma memergoki kita." "Kau benar-benar kurang ajar!" "Aku tidak peduli, Manis, aku hanya menginginkan bibir mungilmu ini membalas lumatanku." "Aku tidak mau!!" "Kalau begitu jangan salahkan aku." "Kau pria brengsek!!" Kyuhyun tersenyum miring. "Cium aku sekarang. Lumat semua bibirku, dan masukkan lidahmu ke dalam mulutku." Kyuhyun menekan bibir Hyun-Ra yang hendak protes dengan jarinya. "Kalau kau segera melakukan apa yang aku mau, maka aku juga akan segera melepasmu." Hyun-Ra merah padam menahan marah. Dan Kyuhyun mengangkat alisnya dengan pandangan menantang. "Ingat, mungkin Daehyun dan Eomma sekarang sudah dalam perjalanan kemari." "Aku tidak akan pernah memaafkanmu!!" "Cium aku sekarang." Kyuhyun berbisik nakal, membuat Hyun-Ra ingin mencakar wajahnya sebelum kemudian gadis itu merasa tak punya pilihan lalu berjinjit untuk mencium Kyuhyun. Awalnya Hyun-Ra kesulitan karena tubuh tinggi Kyuhyun yang menjulang, tapi Kyuhyun mengerti dengan merundukkan wajahnya dan mendekap pinggang gadis itu sedikit mengangkatnya. Kyuhyun tersenyum menang merasakan bibir Hyun-Ra mulai menjelajahi permukaan bibirnya, melumat dan menghisapnya, meski pun terasa marah dan kaku tapi mampu membuat hasrat Kyuhyun naik pesat bagai roket. Well, cium saja aku dan aku akan terbakar, Kyuhyun memejam erat-erat menahan gairahnya. Dan saat lidah gadis itu menerobos dengan gugup ke dalam mulutnya, Kyuhyun tidak mampu menahan untuk tidak menghisapnya, pertahanannya runtuh, ia kembali mencengkram leher Hyun-Ra dan membuat ciuman itu lebih menyala-nyala. Dari sekian banyaknya perempuan yang sudah pernah diciumnya, hanya satu kali ini yang membuatnya merasa benar-benar berciuman, membuatnya ketagihan. Lalu, apalagi dari gadis ini yang akan membuatnya semakin menggila? ▪▪▪ "Apa kau menunggu terlalu lama?" Hyun-Ra berjengit kaget ketika tiba-tiba Daehyun memeluk perutnya dari belakang. Tepat setelah lima menit Kyuhyun pergi, Daehyun dan Nyonya Cho datang, sang ibu hanya tersenyum melihat sikap manja Daehyun pada kekasihnya. Beliau lalu menyuruh pelayan yang sedang membawakan belanjaan untuk menaruhnya di ujung meja. Hyun-Ra menghentikan kegiatannya kemudian melirik malu pada Nyonya Cho. "Dae, ada Eomma, jangan seperti ini," protesnya. "Eomma pasti mengerti, Eomma kan juga pernah muda." "Tapi jangan disini." Dengan manyun Hyun-Ra mencubit lengan Daehyun di perutnya, namun tidak berpengaruh, Daehyun tetap tidak melepaskannya. "Atau aku akan melumurimu dengan tepung!" Hyun-Ra mengangkat adonan yang sedari tadi dikerjakannya bermaksud mengancam Daehyun. "Dae, kau tidak boleh mengganggu Hyun-Ra," tegur ibunya. "Jangan ganggu kami yang sedang asyik." "Kalian lanjutkan saja, aku hanya ingin seperti ini... " "Masukkan saja Si Daehyun ke dalam oven kalau dia tidak mau keluar dari sana!" Tiba-tiba terdengar suara Kyuhyun dari depan pintu dapur, tatapannya tampak kesal pada Daehyun yang sedang memeluk Hyun-Ra. Dan menyadari pria itu ada di sana, Hyun-Ra jadi membeku teringat dengan ciuman mereka beberapa saat lalu. Bahkan bara panas di bibirnya masih terasa bekas hisapan Kyuhyun yang terus mengejar bibirnya. Dan ternyata Kyuhyun masih tetap saja kurang ajar dengan sifat buruknya yang sering melecehkannya! Daehyun berbalik pada adiknya. "Bukankah kau harus latihan? Pergi sana." "Keluar dari situ, Dae! Aku malas lihat orang pacaran!" "Kalau begitu jangan lihat." Daehyun sengaja menjangkau pipi Hyun-Ra dan mengecupnya untuk mengerjai adiknya. "Sialan!!" Kyuhyun mengumpat lalu melengos pergi dari tempatnya. Nyonya Cho hanya terkikik sambil geleng-geleng kepala melihat kedua putra kembarnya. Sementara Hyun-Ra hanya mampu terdiam, tak berani bergerak atau pun menoleh pada Kyuhyun. "Aku tidak akan mengganggumu lagi," bisik Daehyun lalu melepaskan dekapannya. Ia kembali melabuhkan kecupannya di pipi Hyun-Ra. "Selamat memasak, Sayang, aku akan menunggu di ruang tengah." Ketika akhirnya waktu makan siang tiba, Hyun-Ra sebenarnya sudah kehilangan selera makan menyadari lirikan Kyuhyun sesekali terlihat nakal kepadanya. Rasanya ia ingin memecahkan beberapa piring di atas kepala Kyuhyun. Bagaimana bisa anak bungsu keluarga Cho itu semengesalkan itu? Oh Tuhan... Hyun-Ra berusaha mengabaikan kehadiran Kyuhyun dan menganggap pria itu tidak ada di sana. Tapi mana mungkin bisa? "Bagaimana masakan Hyun-Ra? Enak kan?" Nyonya Cho tiba-tiba berceletuk di ujung meja. Hanya Tuan Cho yang tidak ada karena beliau masih berada di luar kota. Daehyun tersenyum menanggapi ibunya. "Aku selalu percaya dengan masakannya, Eomma, dia memang jago." Hyun-Ra merasa malu dengan pujian Daehyun yang menurutnya berlebihan. "Dan kau, Kyu, kalau mau cari calon istri, cari yang seperti Hyun-Ra. Sudah baik, cantik, pintar masak lagi." Kyuhyun mengunyah sambil menatap ibunya. "Kalau aku tidak bisa menemukan yang sepertinya, bagaimana?" "Banyak waktu untukmu mencari yang terbaik." Kali ini Daehyun yang menjawab. Kyuhyun mendengus malas. "Kalau tidak ada?" "Pasti ada. "Kalau tidak?" "Ada." "Dan kalau tidak, bagaimana jika kita dua pria dengan satu istri saja? Cukup Hyun-Ra dan kita bagi dua?" "Kyu!" Daehyun langsung meradang. "Jangan macam-macam kalau soal dia! Hyun-Ra hanya milikku!" "Jangan pelit jadi saudara, memangnya kau tidak ingin berbagi denganku?" "Tidak untuk yang satu ini! Kau gila!" Kyuhyun terkekeh melihat raut Daehyun. "Dasar pencemburu. Begitu saja sudah panik. Aku hanya bercanda, kau tahu. Ya... kecuali kalau kau berubah pikiran." "Adik sialan!" Tawa Kyuhyun terdengar menyebalkan membuat Daehyun harus menahan gerakan agar tidak melemparinya dengan sendok. Keisengan Kyuhyun memang kadang cukup keterlaluan. "Sudah-sudah, kalian berdua seperti anak kecil." Nyonya Cho lagi-lagi harus geleng kepala mengamati kedua putranya. Sementara Hyun-Ra hanya mampu menunduk, wajahnya memerah berada di tengah-tengah perdebatan dengan ucapan sinting yang Kyuhyun lontarkan. Cho Kyuhyun memang harus dijahit mulutnya!
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD