Bertukar Peran?

1169 Words
▪▪▪ Malam itu adalah malam konser Kyuhyun, Nyonya Cho mengajak Hyun-Ra untuk datang ke konser itu bersama Daehyun dan tanpa Tuan Cho, karena beliau masih disibukkan dengan urusan bisnisnya yang tidak bisa ditunda. Awalnya Hyun-Ra merasa enggan untuk ikut hadir, karena bagaimana pun sikap menyebalkan Cho Kyuhyun sudah membuatnya geram hingga ke ubun-ubun. Namun melihat Nyonya Cho begitu berharap, Hyun-Ra tentu tidak tega untuk menolaknya. Maka disini lah Hyun-Ra sekarang, bersama Daehyun dan ibunya memasuki area VVIP sebelum beberapa saat lagi konser itu dimulai. Daehyun menghela Hyun-Ra agar duduk di samping kirinya sedangkan samping kanan adalah sang ibu. Tanpa sengaja Daehyun mengamati raut Hyun-Ra. "Apa kau baik-baik saja?" Tidak sepenuhnya. Namun Hyun-Ra mengangguk dan tetap memberikan senyum baiknya. "Aku baik-baik saja." "Kalau lelah kau bisa bersandar di bahuku." Kali ini Hyun-Ra jadi tersenyum. "Apa aku boleh sambil tidur di bahumu?" "Memangnya bisa tidur dengan keadaan seperti ini?" "Bisa. Kalau sudah mendesak aku bisa tidur di mana saja." Daehyun tertawa sambil mengacak rambut Hyun-Ra. "Dasar tukang tidur." Beberapa saat yang ditunggu akhirnya acara itu dimulai. Hyun-Ra sedikit menegang ketika ia melihat Kyuhyun keluar dan sorakan dari penonton langsung memenuhi Jamsil Stadium, membuktikan bagaimana lautan fans nya benar-benar luar biasa. Nyonya Cho menoleh ke arah penonton sambil tersenyum, melihat papan nama dan lightstick dengan tulisan Cho Kyuhyun mengacung tinggi-tinggi, dan beliau tidak menyangka anak bungsunya yang bandel itu memiliki teriakan dukungan se-spektakuler itu. Kyuhyun sudah duduk di kursi pianonya, tampak begitu tampan dengan jas merah menyalanya dan tatanan rambutnya yang dibuat acak-acak. Denting piano Kyuhyun mulai terdengar, sebagai pembuka ia tampil seorang diri dan memainkan musik itu dengan lagu dari musisi dunia yang ia bawakan menggunakan aransemen ciptaan sendiri, terdengar begitu memukau, begitu indah, nyaman dan tentram di pendengaran dan membuat para pendengar tidak ingin berakhir begitu saja. Semua orang sudah tahu dengan bakat dan keahlian Kyuhyun dalam bermain piano, selalu membuat terkagum-kagum, menarik para pendengar untuk kemudian bergabung ke dalam jajaran penggemarnya. Ditambah dengan ketampanan parasnya sebagai seorang idola, membuat Kyuhyun selalu banjir pujian, selalu menjadi dambaan dan mimpi bagi kaum perempuan, terlepas dari skandal-skandal hebohnya yang selalu menjadi sorotan. Kyuhyun memang playboy, tapi keburukan itu seolah tak berarti apa-apa jika sudah dihadapkan pada ketampanan dan kejeniusannya, tak berpengaruh apa-apa, tak sedikit pun membuat penggemarnya berkurang. Mereka (para penggemarnya) malah berkata; Pantas-pantas saja kalau Kyuhyun playboy dan dekat dengan banyak wanita, dia kan tampan. Dan membuat para wanita lain ingin menjadi salah satu dari sekian yang dekat dengan Kyuhyun. Hyun-Ra tak berkedip di tempatnya, dan bahkan gadis yang membenci kelakuan buruk Kyuhyun seperti Hyun-Ra saja, tak bisa menahan untuk tidak merasa terpesona dengan penampilan Kyuhyun. Dan Hyun-Ra akui, tanpa sadar, Kyuhyun memang pianis yang begitu mengagumkan. Beberapa saat seorang penyanyi wanita keluar, Hyun-Ra tahu itu adalah penyanyi kelas dunia dan merupakan penyanyi yang memiliki suara emas, berkolaborasi dengan Kyuhyun dan menciptakan penampilan yang menakjubkan. Alunan musik itu terus mengalir dan membawa siapa pun pada kederasan arusnya, menghanyutkan, memainkan perasaan pendengarnya ketika Kyuhyun mencapai nada menusuk dengan kelincahan jarinya dan tekanan dalam, seakan meresap jauh ke dalam lubuk sanubari. Hingga ketika kembang api tiba-tiba melesat ke atas dan menimbulkan letupan warna-warni yang begitu indah, Hyun-Ra mengerjap dan baru tersadar dari terpesonanya. Lagu pembuka itu sukses mereka bawakan dengan sempurna dan Kyuhyun memang sungguh luar biasa. ▪▪▪ "Oppa, selamat yaa, penampilan Oppa hebat sekali!" Kyuhyun tersenyum sambil menerima beberapa hadiah dari fans perempuannya yang memang sengaja menunggunya turun dari panggung. Buket bunga, flower crowns, boneka, DIY gift, snack, bahkan buku dan album musik yang sedang dicari Kyuhyun. "Oppa, boleh minta berfoto?" "Oppa, minta tanda tangan!" "Kyuhyun Oppa, I LOVE YOU!" "Oppa, berita-berita itu tidak benar, kan?" "Oppa memiliki kekasih?" "Oppa tampan sekali!" "Oppa, boleh minta peluk?" "OPPAAA!!" Sampai beberapa tim keamanan akhirnya menyelamatkan Kyuhyun dan membantunya keluar dari kerumunan fans itu. Kyuhyun masih menyempatkan diri untuk melambai, memberikan senyum memukaunya dan mengucapkan terima kasih, yang disambut para fansnya dengan teriakan melengking, memanggil-manggil namanya seakan tidak rela bodyguard-bodyguard itu membawa Kyuhyun nya. Kyuhyun mendesah lega, melirik asistennya yang kerepotan membawa semua barang-barang itu dan ia merasa kasihan. "Biar ku bantu bawakan," gumam Kyuhyun membuat asistennya jadi berbinar. "Kalau begitu kau bisa ambil yang in— " "Aku bawa yang ini saja." Kyuhyun meraih snack yang berada dalam dekapan asistennya kemudian melenggang dengan wajah polos. Sang asisten melongo, rautnya berubah kesal hingga kemudian tidak tahan untuk mengomel. "Dasar setan! Kupikir kau benar-benar mau membantu! Iblis kau! Demit!!" Dan pria itu justru cekikikan di depan sana. Saat Kyuhyun memasuki ruang berganti, ia melihat ibunya sudah menunggu di sana dan langsung berdiri saat ia datang. Ia juga melihat ada Daehyun bersama Hyun-Ra, dan ia merasa berbinar meski ia tahan reaksi itu. kehadiran Hyun-Ra seakan menjadi pelepas lelahnya. "Kyu... " ibunya menghampiri lalu memeluk dengan sayang. "Eomma ternyata ada disini? Menonton?" Sang ibu mengangguk. "Kenapa tidak memberitahuku?" "Tadinya ingin memberimu kejutan," Daehyun yang menjawab. "Tapi sepertinya kau tidak cukup terkejut." "Aku terkejut," sahut Kyuhyun sekenanya, meski keterkejutannya lebih kepada kehadiran gadis mungil itu. "Dan sejak kapan kalian datang?" "Sebelum show mu dimulai. Kami di kursi VVIP, dan kau malah tidak menyadari keberadaan kami." Kyuhyun manggut-manggut, membiarkan ibunya yang kini sibuk mengelap keringatnya dengan tissue. Kyuhyun melirik Hyun-Ra, dan gadis itu langsung berpaling mendapatkan lirikannya. Kyuhyun menahan tawa dan demi apa pun ia benar-benar ingin mendorong gadis itu dan menindihnya. Oke, kegilaannya kembali. Kyuhyun menghela napas dalam-dalam berusaha menjernihkan pikirannya. "Dan ngomong-ngomong, selamat untuk kesuksesan konsermu. Aku terkejut kau bisa terlihat semengagumkan itu." Kyuhyun mendengus mendengar kata-kata kakaknya. Ia membuka jas dan membiarkan beberapa pelayan di sana membereskan semua barang-barangnya. "Aku memang mengagumkan, kau saja yang tidak pernah menyadarinya. Dan apa kau tidak ingin memberiku hadiah?" Daehyun mengernyit. "Hadiah?" "Untuk penampilanku yang mengagumkan." Daehyun jadi tergelak. "Akan kubelikan kau ice cream cokelat setelah ini." "Kau pikir aku anak TK?" sungut Kyuhyun. "Lagipula, kau menginginkan apa dariku? Kau sudah memiliki seperti apa yang aku punya." Belum, batin Kyuhyun memprotes. Aku belum memiliki Hyun-Ra! "Kau tetap harus memberiku sesuatu." "Katakan apa yang kau mau." Bibir Kyuhyun terangkat licik, senyum miringnya langsung terukir. "Bagaimana kalau dalam sehari kita bertukar peran?" "Bertukar peran?" Kening Daehyun berkerut-kerut. "Ya, kau jadi aku dan aku jadi kau. Kau Kyuhyun, dan aku Daehyun. Jadi apa yang kau punya akan ja— " "Tidak, tidak! Apa kau sudah gila?" "Hanya sehari, Dae." "Tidak!!" Tawa Kyuhyun menyembur keluar membuat sang ibu mencubit perutnya. "Jangan aneh-aneh, mana bisa kalian seperti itu," tegur ibunya. "Ya ya ya baiklah, aku hanya bercanda saja. " Kikikan Kyuhyun masih terdengar namun ia mulai beralih pada Hyun-Ra. "Dan bagaimana denganmu, Calon kakak ipar? Kau juga tidak ingin memberiku hadiah?" Hyun-Ra sedikit terkejut dengan pertanyaan tiba-tiba Kyuhyun. Ia mengerjap. "H—hadiah?" "Ya." "A—apa?" "Apa saja. Bunga boleh, cokelat boleh, atau satu ciuman juga boleh." "Kyu!" Pandangan Daehyun tampak mengancam. "Awas saja kalau kau berani macam-macam! Keisenganmu tidak lucu!" "Dasar pencemburu!" "Cepat cari pacar dan usir kejombloanmu!" "Kau tidak lihat kalau pacarku sudah banyak? Hanya kekasih saja yang belum ada. Benar kan, Calon kakak ipar?" "Jangan menatapnya seperti itu!" "Ah, kau pencemburu sekali."
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD