▪▪▪
Semenjak malam itu, sikap Kyuhyun jadi lebih baik dan juga lebih buruk.
Lebih baik karena Kyuhyun tidak lagi mengusili para perempuan dan tidak lagi terlihat mengencani banyak perempuan, lebih memilih menghabiskan waktu di rumah dan berlatih piano dari pada berpesta ria dengan teman-teman seperti yang biasa ia lakukan.
Lebih buruk karena ia tidak pernah mau lagi datang ke perusahaan bagaimanapun cara ayah dan kakaknya membujuk, dan itu membuat sang ayah bingung dalam menentukan sikap. Karena tujuan utama beliau menarik Kyuhyun ke perusahaan adalah agar anak bungsunya itu lepas dari kehidupan artisnya dan tidak lagi menimbulkan skandal dengan banyak perempuan.
Selama seminggu ini Kyuhyun selalu dihantui oleh perasaan aneh yang kini mendiami hatinya, perasaan yang membuatnya terus menerus membayangkan Hyun-Ra, mengingat saat ia menyentuh bibir gadis itu dan dengan seketika semua bayangan itu membuat tubuhnya bergetar, memanas dan bergairah hingga Kyuhyun merasa pening dalam menahannya. Kyuhyun tidak mengerti apa yang terjadi padanya, dan ia benar-benar bingung apa yang sebenarnya dialaminya.
Dan yang lebih parah lagi, beberapa kali ia memimpikan Hyun-Ra dalam tidurnya, beradegan mencium gadis itu sambil memeluk tubuh mungilnya, lalu Kyuhyun akan terbangun dengan keadaan bergairah hingga kemudian ia jadi berfantasi liar tentang Hyun-Ra dan tubuh telanjangnya.
Kyuhyun merasa dirinya benar-benar sudah gila.
Akan menjadi hal biasa yang mudah diatasi kalau saja ia mengalami semua itu pada perempuan lain. Tapi ini tidak, ia justru mengalami ini pada kekasih kakaknya, seorang gadis yang akan menjadi calon iparnya.
Apakah tidak ada perempuan lain selain Hyun-Ra?
Seperti halnya sekarang, Kyuhyun bahkan tidak bisa berkonsentrasi dalam berlatih piano, tidak bisa fokus pada aransemen lagu yang sedang ia ciptakan dan selalu salah dalam menulis lirik-lirik dengan benak yang selalu melenceng kepada Hyun-Ra.
Kau harus menemui gadis itu atau kau akan mati mengenaskan, Kyu.
Lagipula Daehyun sedang keluar kota dan kau bisa leluasa melakukan apa pun yang kau suka...
Kyuhyun langsung beranjak dari kamarnya setelah merasa tidak tahan dan apa yang dikatakan benaknya adalah benar, ia harus bertemu Hyun-Ra atau kegilaan ini akan menggerogoti kewarasannya.
Setengah mengebut Kyuhyun mengendarai mobilnya menuju rumah Hyun-Ra, beralasan ingin menemui temannya ketika ibunya tadi bertanya, dan bahkan berkata agar ibunya tidak usah menunggu kalau ia pulang larut atau bahkan menginap di luar.
Persetan dengan semua bisikan malaikat putih yang menyuruhnya untuk berbalik dan mengurungkan niatnya. Ia tidak bisa terus begini.
Kyuhyun menghentikan mobil silver nya di pekarangan kecil rumah Hyun-Ra, mobil yang biasa digunakan Daehyun kemana-mana. Ia turun dan mengetuk pintu di sana, menunggu dengan antusias, dan ia teringat untuk menyisir poninya ke belakang, menghilangkan juntaiannya dan menampakkan keningnya yang indah.
Pintu terbuka dengan sosok cantik itu menyambutnya. Senyumnya tampak manis dan Kyuhyun langsung terpenjara.
"Dae?" Hyun-Ra bergumam heran. "Kau sudah pulang dari luar kota? Kau bilang akan sampai besok siang berada di sana?"
"Aku merindukanmu."
Senyum Hyun-Ra kembali terukir. "Masuk lah. Di luar mendung dan sebentar lagi pasti akan turun hujan."
Hyun-Ra mengajak Kyuhyun untuk masuk dan pria itu mengikutinya dari belakang. Tatapan Kyuhyun tak lepas dari Hyun-Ra, rambut halusnya, wajah cantiknya, senyum manis dan tubuh rampingnya... Kyuhyun mengetatkan giginya menahan gejolak rasa dan itu membuatnya tak terkendali. Ia memeluk Hyun-Ra dari belakang saat sudah menutup pintunya.
"D—Dae... " Hyun-Ra menggeliat ketika Kyuhyun menyingkap rambutnya dan mengecup lehernya. Langkah mereka terhenti di tengah ruangan, dan entah bagaimana Hyun-Ra jadi merasa kalau Daehyun kali ini berbeda, terasa liar dan panas. "D—Daehyun... "
"Aku merindukanmu, please, biarkan malam ini aku bersamamu."
▪▪▪
Nyaris saja Kyuhyun menuntaskan gairahnya malam itu juga kalau saja tidak dihentikan oleh tatapan takut Hyun-Ra melihat tubuh ereksinya. Gadis itu memucat ketika Kyuhyun melorotkan celananya dan membimbing Hyun-Ra untuk menyentuh miliknya, membuat gadis itu membeku hingga kemudian terlihat ketakutan. Kyuhyun tidak tega untuk meneruskan meski pun memang tidak ada kata penolakan dari Hyun-Ra.
Di luar sudah turun hujan dan keadaan jadi dingin, membuat Hyun-Ra jadi tenggelam dan hanyut saat tadi ia melumat bibirnya, saling berpelukan di sofa ruang tamu, sampai kemudian Kyuhyun membawa Hyun-Ra ke kamar dan berniat memiliki gadis itu dengan bisikan-bisikan iblis yang mencoba mempengaruhi.
Dan akhirnya Kyuhyun memutuskan berhenti melihat Hyun-Ra yang tidak siap.
"Maafkan aku, Sayang," Kyuhyun berbisik, mereka sekarang berbaring di ranjang Hyun-Ra dengan Kyuhyun memeluknya erat. "Aku tidak bermaksud membuatmu takut, aku khilaf, aku terbawa suasana dan mungkin juga karena aku terlalu merindukanmu."
Dan maafkan aku harus menyamar menjadi Daehyun hanya untuk bisa mendekapmu dalam pelukanku...
Hyun-Ra mendongak dan menyentuhkan telapak tangannya di pipi Kyuhyun.
"Maafkan aku juga... Aku belum bisa membuatmu senang... Aku—aku belum siap... "
"Tidak apa-apa." Kyuhyun mengusap bibir Hyun-Ra dengan jarinya, seolah melarang Hyun-Ra meminta maaf. "Aku akan menunggu."
"Kau tidak marah?"
"Tidak... "
"Tapi kau pasti kecewa padaku."
"Tidak, Sayang... "
Dan mampukah ia jika nanti harus menyaksikan gadis ini bertunangan atau bahkan menikah dengan kakaknya?
Namun paling tidak, untuk sekarang, ia ingin menikmati kebersamaan ini tanpa memikirkan fakta yang sebenarnya, sebelum kakaknya pulang dan ia akan sulit merasakan hal seperti ini lagi.
Kyuhyun menarik dagu Hyun-Ra lalu menundukkan wajahnya, mengulangi hal yang sudah ia lakukan tadi. Ia kembali memagut bibir itu, mengecap seluruh permukaannya kemudian menghisapnya dengan penuh perasaan.
Awalnya Kyuhyun tidak ingin membuat ciuman itu jadi membakarnya, dan Hyun-Ra pun masih bisa mengimbanginya. Tapi lama kelamaan ciuman Kyuhyun berubah menuntut dan Hyun-Ra mulai kelimpungan dalam membalasnya.
Ternyata, Kyuhyun tidak bisa jika tidak mencium Hyun-Ra dengan cara se sensual itu, hal alami, dan itu terdorong dari nalurinya tanpa campuran atau pun pewarna lainnya.
▪▪▪
"Tidak bisa tidur?" Kyuhyun berbisik di telinga Hyun-Ra sambil memeluk gadis itu dari belakang. Mereka masih di ranjang dan jam dinding sudah menunjukkan 23.00 malam. "Atau kau tidak nyaman kita tidur seperti ini? Aku bisa tidur di sofa."
"Tidak." Hyun-Ra mendekap lengan Kyuhyun di perutnya mencegah kalau saja pria itu akan beranjak. "T—tidur lah bersamaku."
"Tapi aku bisa khilaf dan mengulangi hal tadi."
Hyun-Ra berbalik dan menatap sebal. "Kalau begitu kau tidak boleh sampai khilaf. Kau tidak boleh mesum!" Hyun-Ra manyun. "Pasti kau sedang kesurupan makanya sekarang jadi mesum?"
Kyuhyun tergelak geli. "Ya, sepertinya begitu. Ada iblis yang menguasai tubuhku dan menyuruhku untuk menidurimu. Dan kurasa iblis ini akan mendiami tubuhku untuk waktu yang lama."
Hyun-Ra memukul pelan dada Kyuhyun. "Jangan membuatku takut!" Ia kembali membelakangi Kyuhyun dan pria itu mendekapnya lagi dari belakang. "Kau tidak boleh berbuat macam-macam! Bagaimana kalau aku sampai... "
Kyuhyun mengernyit. "Sampai hamil?"
Hyun-Ra langsung merona.
"Y—ya,"
"Gampang, kita tinggal menikah dan semua akan beres."
Kyuhyun mengernyit memikirkan ulang ucapannya.
Menikah?
Menikah dengannya atau dengan Daehyun?
"Pokoknya kau tidak boleh macam-macam!"
"Aku tidak janji."
"Janji, Dae... "
"Tidak."
Hyun-Ra mendengus kesal.
Dan Kyuhyun mengeratkan dekapannya.
"Tidur lah," bisik Kyuhyun. "Atau iblis ini akan menggila kalau kau masih terjaga."
Meski kesal, tapi Hyun-Ra menurut juga, terlebih ia memang sudah mengantuk.
Hyun-Ra memejam dengan benak waspada. Karena apa yang Daehyun lakukan malam ini sungguh berada di luar dugaannya. Selama ini Daehyun tidak pernah seperti ini, tidak pernah panas dan seliar ini ketika mereka sedang berdua di dalam rumah. Ini pertama kalinya dan sejujurnya Hyun-Ra cukup terkejut. Daehyun yang biasanya selalu sopan dan menjaganya, tidak pernah melampaui batas dan mereka bermesraan dengan sewajarnya.
Tetapi kali ini...
Pipi Hyun-Ra memanas mengingat setiap cumbuan Daehyun sedari tadi, ciuman pria itu, usapan bahkan remasannya... Demi apa Hyun-Ra sama sekali tidak menyangka kalau Daehyun bisa se sensual itu.
Bagaimana pun Daehyun adalah pria normal yang bisa saja menuntut kepuasan darimu, Hyun-Ra, kenapa kau harus merasa heran?
Lagipula masih untung dia memintanya padamu. Kalau sampai dia menginginkan itu pada perempuan lain, bagaimana?
Seketika Hyun-Ra diserang ketakutan membayangkan Daehyun bisa saja mencari kepuasan pada wanita lain karena ia tidak bisa memberikannya. Terlebih Daehyun memang menjadi dambaan banyak perempuan, akan sangat mudah bagi Daehyun mendapatkan perempuan seperti apa pun yang pasti dengan suka rela akan melemparkan diri pada pria itu.
Mata Hyun-Ra kembali terbuka dan ia berbalik lagi pada Daehyun, memeluk tubuhnya erat-erat.
"Kenapa?" Kyuhyun menunduk mengamati Hyun-Ra. "Masih belum bisa tidur?"
Hyun-Ra menggeleng. "Kau... tidak akan meminta itu pada perempuan lain, kan?" Ia merasa malu dan tolol menanyakan itu pada Daehyun, tapi ia benar-benar cemas.
Kyuhyun mengernyit. "Meminta itu pada perempuan lain?"
Hyun-Ra mengangguk pelan, tiba-tiba pipinya kembali memanas. "Aku... aku takut kau... bersama perempuan lain... Karena aku... aku tidak... "
"Dan bagaimana aku akan melakukan itu bersama perempuan lain kalau hanya kepadamu aku merasa penasaran?"
Hyun-Ra terdiam, mengamati pancaran mata pria itu yang menunduk padanya.
"Hanya denganmu aku ingin melakukan," lanjut Kyuhyun. "Aku menginginkan itu hanya denganmu, tidak dengan perempuan mana pun."
Tatapan mereka saling beradu dalam beberapa saat, hingga kemudian tangan Kyuhyun terangkat ke pipi Hyun-Ra.
"Jangan cemaskan hal seperti itu," sambung Kyuhyun lagi. "Hanya kau yang aku inginkan."
Hanya kau, Hyun-Ra...