BAB 21: Bara di Pantai Siloso Sinar matahari Singapura seolah berpijar lebih terang di Pantai Siloso, namun atmosfer di sekitar meja keluarga itu mendadak dingin saat Ressa berdiri. Ia melepaskan gaun pantainya, memperlihatkan one-piece diving suit yang melekat sempurna di tubuhnya. Meski tertutup hingga leher, potongan pakaian itu justru menonjolkan lekuk pinggangnya yang ramping dan jenjang kakinya yang memukau. Ada aura matang dan elegan yang memancar dari dirinya—sesuatu yang jauh melampaui kecantikan kekanak-kanakan Tiara. "Aku butuh sedikit tantangan. Aku mau coba flyboarding," ucap Ressa tenang. Regin yang tadinya pura-pura sibuk dengan ponselnya, seketika berhenti bernapas. Matanya merambat naik dari ujung kaki Ressa hingga ke matanya. Ia merasakan tenggorokannya mendadak kering

