Bab 20

1143 Words

BAB 20: Tanda yang Berteriak Malam di Singapura tidak memberikan ketenangan yang Ressa harapkan. Kamar hotel bintang lima di kawasan Sentosa itu terasa seperti sangkar emas yang pengap. Ressa berdiri di depan cermin besar kamar mandi, menyalakan lampu dengan pencahayaan maksimal. Jantungnya mencelos saat ia menyibakkan rambut panjangnya ke samping. Di sana, tepat di bawah garis rahang, sebuah noda kemerahan yang pekat—hampir keunguan—tercetak jelas. Hasil dari hisapan penuh amarah dan posesif yang dilakukan Regin di balik perahu Pantai Siloso tadi. "Gila... dia benar-benar gila," bisik Ressa dengan tangan gemetar. Ia mencoba menggosoknya dengan air dingin, namun noda itu justru tampak semakin kontras dengan kulit putihnya. Tanda itu seolah berteriak, menceritakan pengkhianatan yang bar

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD