Bab 19

1761 Words

"Oh, Mbak Ressa sudah pulang?" Regin berdiri, suaranya terdengar sangat formal, seolah-olah mereka benar-benar hanya saudara titipan. "Ini Tiara, teman kampusku. Kami ada tugas kelompok." Gadis bernama Tiara itu berdiri dan menyalami Ressa dengan sopan. "Halo, Mbak. Maaf ya mengganggu sore-sore begini." Ressa tersenyum kaku, hatinya terasa seperti diremas tangan raksasa. "Enggak apa-apa. Silakan dilanjutkan. Saya masuk dulu." Saat melewati Regin, Ressa mencium aroma parfum yang berbeda—aroma yang bukan miliknya. Ada rasa cemburu yang membakar, yang meledak di dadanya tanpa bisa ia cegah. Ia masuk ke kamar dan menutup pintu dengan keras. Ia menyandarkan punggungnya di pintu, napasnya memburu. Kenapa aku harus cemburu? Bukankah ini yang aku inginkan? Dia menjauh, dia mencari kebahagiaan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD