Bab 27

1381 Words

BAB 27: Bayang-Bayang di Balik Pualam Rumah besar itu kini terasa seperti sebuah museum yang dihuni oleh ruh-ruh yang tersesat. Kesibukan dekorator dan vendor katering telah lenyap, menyisakan kesunyian yang berdengung di telinga Ressa setiap kali ia melintasi aula utama. Lantai pualam yang dingin seolah memantulkan kembali gema kebohongan yang mereka susun dengan begitu rapi. Di permukaan, segalanya tampak tenang—sebuah keluarga yang sedang berduka karena "kepergian" mendadak sang calon mempelai wanita—namun di bawah permukaan, arus kegilaan Regin terus mengalir, menyeret Ressa semakin dalam ke palung terdalam. Sudah tiga hari sejak pagi yang geger itu. Papa Bram lebih banyak menghabiskan waktunya di kursi malas di balkon kamar, menatap kosong ke arah taman. Tubuhnya yang biasanya tegap

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD