BAB 10: Kamuflase di Balik Meja Makan Pagi itu, sisa aroma malam yang panjang bersama Regin belum benar-benar luruh dari kulit Ressa, namun bel pintu sudah berbunyi dengan nada yang sangat menuntut. Saat pintu terbuka, Ressa terpaku. "Kejutan! Sayang, kamu makin cantik saja!" Tante Ratna berdiri di sana. Rambutnya yang biasanya hanya diikat rapi, kini tergerai dengan gelombang yang sengaja ditata. Ia mengenakan tunik sutra modis yang pas di tubuhnya, membawa aroma parfum bunga yang manis sekaligus dominan. Ia langsung menghambur memeluk Ressa, namun matanya dengan cepat melesat, memindai seisi ruangan. "Tante... Ratna? Bukannya minggu depan?" Ressa tergagap. "Tante sudah tidak tahan ingin menghirup udara Jakarta, Res," Ratna mengedipkan mata, sebuah kerlingan genit yang membuat tengg

