BAB 11: Di Balik Kemudi dan Rahasia Lama Mereka berdua mematung dalam kegelapan kamar yang hanya diterangi lampu nakas yang temaram. Langkah kaki itu terdengar menuju dapur, disusul bunyi gemericik air yang dituangkan ke gelas. Pak Bram sedang minum. Ketegangan di dalam kamar itu mencapai puncaknya. Jarak antara mereka dan Pak Bram hanya dibatasi oleh satu pintu kayu. Jika Pak Bram memutuskan untuk mengecek kamar anaknya atau sekadar lewat, sandiwara ini akan berakhir menjadi tragedi. Regin tidak bergerak, namun ia justru semakin merapatkan tubuhnya, seolah menantang bahaya yang mengintai di balik pintu. Ia menatap Ressa, memberikan senyum tipis yang sangat provokatif di tengah situasi hidup dan mati itu. Begitu suara langkah kaki Pak Bram kembali menjauh dan bunyi sofa yang berderit m

