HAPPY READING GUYS:)
Kiano akhirnya masuk kerahim wanita yang bernama Lauren Favian. Lauren Favian adalah seorang aktris yang sangat terkenal. Dia telah mendapat ratusan penghargaan dari berbagai film yang dibintanginya, tapi tiba tiba saja dia menghilang dari dunia hiburan lalu muncul lagi setelah 5 tahun lamanya. Lauren mengklarifikasi bahwa menghilangnya dia dari dunia hiburan adalah karena sakit dan sekarang dia muncul lagi untuk memulai kembali karirnya dalam dunia hiburan, Itulah yang dikatakan Lauren pada media, tapi kenyataannya berbeda.
Penyebab dia menghilang dari dunia hiburan bukanlah karena sakit melainkan karena dia sedang mengandung Kiano. Lauren tidak ingin media tau bahwa dia telah memiliki seorang anak, karena yang sebenarnya Lauren belum menikah sama sekali dan Kiano adalah hasil hubungan gelap ibunya. Akhirnya anak Lauren lahir dan dia memberinya nama Aristide Kiano Favian, nama yang sama saat Kiano berada didunia iblis.
16 tahun berlalu, 11 tahun lalu Lauren telah muncul kembali kedunia hiburan dan kini dia telah sukses kembali, begitu juga dengan Kiano, sekarang dia telah berumur 16 tahun dan siap masuk ke SMA. Laurenlah yang memilih sekolah untuk Kiano, sekolah yang dipilih Lauren bukanlah sekolah elite yang hanya berisi orang orang kaya saja, tapi Lauren memilih sekolah yang biasa saja.
Ini adalah hari pertama Kiano masuk ke SMA tapi dia sudah membuat ulah, Karena ulahnya itu dia sedang berada di ruang guru sekarang dengan satu murid lainnya, muka mereka berdua lumayan terlihat babak belur, terlihat mereka berdua habis berkelahi.
Kiano duduk dengan sangat santai tanpa ada rasa tegang sedikitpun, dia menyenderkan punggungnya pada sandaran kursi. Begitu juga anak yang duduk disamping Kiano.
"Namamu Aristide Kiano Favian kan?" Tanya guru BK itu pada Kiano.
"Ya" Kiano menjawab dengan sangat santai.
"Dan kau, namamu Sebastian Earl Sanders kan?" Tanya guru BK pada anak yang lainnya selain Kiano.
"Ya" Jawab sebastian dengan santai.
"Kalian berdua berasal dari SMP yang sama, apakah di saat kalian SMP kalian sering berkelahi?" Tanya guru BK itu lagi.
"Kita dulu jarang banget berkelahi ya kan" Ucap Sebastian menjawab guru BK sambil menoleh ke Kiano. "Ya dan kita tidak pernah tau siapa yang menang karena kita selalu ketahuan guru BK saat berkelahi ya kan" Ujar Kiano sambil tertawa dan menyikut Sebastian.
"Ya benar sekali" Sebastian juga ikut tertawa.
"Kalian ini sangat tidak memiliki sopan santun sama sekali, entah bagaimana bisa cara kalian sehingga tidak dikeluarkan dari SMP itu" Guru BK hanya menggelengkan kepala.
"Alasan kami berdua tidak dikeluarkan dari SMP itu karena kami ini pintar lho" Jawab Kiano dengan muka santai lalu berdiri.
"Ayo kita pergi, Sebastian" Itulah kata terakhir Kiano didalam ruang BK dan dia berjalan pergi meninggalkan ruangan itu bersama dengan Sebastian.
"HEI KALIAN MAU KEMANA, AKU BELUM MENYURUH KALIAN PERGI" Teriak guru BK itu.
"AKU INGIN KEKELAS, JIKA AKU TERUS DISANA MENDENGAR OCEHANMU BISA BISA NANTI AKU TERLAMBAT PELAJARAN" Teriak Kiano dari luar ruangan BK.
Kiano dan Sebastian berlari disepanjang koridor sekolah untuk menuju kekelas mereka, kebetulan jam pelajaran masih belum dimulai, Disekolah ini jam pelajaran akan dimulai 10 menit setelah bel berbunyi. Mereka berlari dengan sangat cepat sehingga mereka hampir tiba dikelas mereka hanya tinggal beberapa meter saja dan juga terlihat didepan Kiano dan Sebastian ada seorang wanita yang sedang berjalan kelihatannya wanita itu sedang membawa sesuatu ditangan kanannya. Karena Kiano dan Sebastian sedang terburu buru tanpa sengaja Kiano menabraknya karena Kiano berlari didepan Sebastian.
"AHHHHHH" Wanita itu berteriak dan terjatuh, ternyata saat dilihat wanita itu adalah seorang guru.
Kiano juga ikut terjatuh karena menabrak guru tersebut, Sebastian mengulurkan tangannya pada Kiano dan membantu Kiano berdiri.
"Bukankah sudah tercatat dalam peraturan sekolah bahwa dilarang berlari dikoridor!!" Ujar bu guru.
"Katakan kalian berasal dari kelas mana!?" Kata bu guru melanjutkan perkataannya.
Saat mengatakan itu semua guru itu belum melihat Kiano dan Sebastian, lalu setelah menyelesaikan perkataannya guru itu melihat mereka berdua betepa terkejutnya guru itu saat melihat wajah Kiano dan Sebastian yang babak belur.
"A-apa yang terjadi pada kalian?" Tanya guru wanita itu.
"Disaat perjalanan kemari, kami bertemu dengan penjahat jadi..." Jawab Kiano berbohong pada gurunya.
"Ya suah kalau begitu kalian ke UKS dulu, obati luka kalian baru masuk kekelas" Ujar bu guru.
"Kalian berasal dari kelas mana? aku akan bilang pada wali kelas kalian" Ucap bu guru sambil bertanya.
"Kami dari kelas 10 - A" Jawab Sebastian.
"Oh kebetulan aku adalah wali kelas kalian, kalian bisa memanggilku Bu Ris, cepat sana ke UKS" Suruh Bu Ris kepada Kiano dan Sebastian.
"Siap bu" Jawab Kiano dan Sebastian serentak sambil memberi hormat seperti memberi hormat pada seorang ratu. Karena ulah Kiano dan Sebastian, Bu Ris tertawa kecil.
"Sudah sudah cepat ke UKS sana" Bu Ris mengatakan itu lalu pergi meninggalkan mereka.
"Ayo sebastian" Ajak Kiano pada Sebastian.
Sebastian mengangguk dan mereka berjalan bersama dikoridor sekolah menuju ke UKS, sesampainya disana mereka langsung diobati. Untungnya mereka hanya memiliki luka didahi mereka, jadi tidak membutuhkan banyak waktu untuk mengobati luka mereka. Setelah mereka selelsai dengan luka mereka, mereka langsung pergi kembali kekelas.
...................
Akhirnya Kiano dan Sebastian sampai dikelas mereka, Sebastian mengetuk pintunya lalu seketika itu semua yang ada didalam kelas langsung menatap mereka berdua dengan mata yang berbinar binar.
"A-ada apa ini?" Tanya Kiano yang sepertinya kurang nyaman dengan tatapan itu.
"Kami sedang mengadakan pemilihan ketua kelas tapi hasilnya seri dan hanya tersisa kalian berdua saja yang belum memberikan suara, jadi sebelum kalian datang kami sudah memutuskan kalian hanya dapat memilih satu orang saja, tapi kalian dapat merundingkan siapa yang akan kalian pilih" Jawab salah satu siswi yang juga menjadi salah satu calon ketua kelas.
"Kalau begitu kau saja yang jadi ketuanya bereskan" Kiano langsung menjawab tanpa bertanya pada Sebastian lalu dia masuk kedalam kelasnya diikuti oleh Sebastian yang berada dibelakangnya.
"K-kau yakin? Apa orang yang bersamamu itu juga setuju?" Tanya wanita itu pada Kiano dengan perasaan yang sangat senang.
"Sebastian kau setuju dengan pilihanku atau tidak?" Tanya Kiano dengan santai.
"Yah kenapa tidak" Jawab Sebastian juga dengan santai.
"Kalau begitu ketua kelasnya sekarang adalah Aurel Caroline" Ujar Bu Ris.
"Kalian berdua bisakah memperkenalkan diri kalian pada yang lain, karena hanya kalian saja yang belum melakukannya" Pinta Bu Ris pada Kiano dan Sebastian.
Kiano dan Sebastian mengangguk lalu mereka berjalan kedepan dan memperkenalkan diri mereka pada yang lain.
"Aristide Kiano Favian" Ucap Kiano memperkenalkan dirinya dengan cara yang sesimple simplenya.
"Hanya itu? kalau kau" Respon Bu Ris sambil bertanya pada Sebastian.
"Sebastian Earl Sanders" Ucap Sebastian sama dengan Kiano.
Para siswi disana memandang Kiano dan Sebastian dengan cara yang tidak biasa, itu karena wajah dari Kiano dan Sebastian yang memang sangatlah tampan walau mereka sedang terluka itu tidak mengurangi nilai ketampanan mereka sama sekali.
"Ya sudah kalian berdua boleh duduk" Perintah dari Bu Ris. Tapi ada satu murid yang tiba tiba bilang...
"Bu Ris kita hanya masih memiliki ketua kelas saja tapi belum memiliki wakil ketuanya" Ujar murid itu.
"Untuk wakil ketuanya biar Aurel yang memilihnya dan sisanya kalian bisa melakukan pemilihan diluar jam pelajaran" Jawab Bu Ris untuk pertanyaan dari murid tersebut.
Semua murid duduk ditempat mereka masing masing dan pelajaranpun dimulai.
....................
Jam pelajaranpun berpindah menjadi jam istirahat, Kiano dan Sebastian keluar duluan dari kelas itu, saat kelas sedang keadaan ribut ributnya karena pemilihan sekertaris dan bendahara dan Aurel juga mengawasinya disana. Sedangkan Kiano dan Sebastian mereka pergi kekantin, selama perjalanan kekantin selalu saja ada cewek yang melihat mereka dengan tatapan kagum dan itu membuat mereka berdua tidak nyaman.
"Kenapa mereka semua memandang kita dengan tatapan aneh?" Tanya Kiano pada Sebastian yang ada dibelakangnya sambil melihat sekitarannya.
"Entahlah aku juga tidak tau, padahal dulu saat SMP semua masih berjalan normal normal saja, Apa mungkin ada sesuatu yang salah dengan kita?" Jawab Sebastian dengan balik bertanya pada Kiano sambil memperhatikan sekitarannya.
Mereka berhenti ditengah jalan dan menatap satu sama lain sambil mengecek apakah ada yang salah ditubuh mereka, tapi mereka tidak menemukan apa yang salah pada diri mereka. Sepertinya tindakan mereka itu disalah pahami oleh para cewek yang ada disana dan membuat para cewek berhenti dikoridor dan menatap mereka dengan tatapan yang lebih aneh lagi. Sebastian dan Kiano benar benar tidak sadar jika wajah tampan merekalah yang menarik perhatian para cewek disepanjang koridor.
"Sepertinya ini mulai menjadi tidak baik, kita harus segera pergi" Kata Sebastian.
"Kau benar, ayo kita cepat kekantin dan membeli roti lalu kita makan saja diatap sekolah" Ujar Kiano.