AKU TIDAK BISA MEMPERCAYAI INI!!

1526 Words
HAPPY READING GUYS:)     "Benar, kita tidak tau bagaimana wajah orang itu. Ibu sendiri juga tidak mengatakan bagaimana ciri ciri orang tersebut. Kita harus membuat ibu sendiri yang mengatakannya" Ujar Kiano.     "Untuk membuat orang mengakui sesuatu dengan sendirinya itu tidak mudah, bagaimana cara kita melakukannya?" Tanya Sebastian.     "Itu tidak akan sulit, saat ibu sedang panik ataupun tegang dia pasti akan melakukan hal yang ceroboh. Kau adalah orang yang paling dekat dengan ibu, seharusnya kau tau ini kan" Jawab Kiano.     "Yah memang tidak bisa dipungkiri bahwa aku sangat dekat dengan tante Lauren tapi aku hanya dekat dari luar saja bukan dari dalam, malah sebaliknya, meskipan kalian tidak dekat diluar tapi kalian dekat didalam" Ujar Sebastian.     "Aku tau saat kecil kau sangat membenci diriku kan" Ucap Sebastian.     Kiano yang mendengar itu menjadi kaget dan terdiam.     "Dulu saat kecil kita berdua selalu pergi mengunjungi rumahmu jika hari libur dan menginap beberapa hari disana dan kau selalu menatapku dengan tatapan kebencian. Saat kita tiba disana kita berdua selalu sama sama membentangkan tangan, berharap bahwa tante Lauren akan memeluk kita berdua tapi ternyata dia hanya memeluk diriku, aku tau pasti rasanya sangat sakit"     "Setelah itu kau pasti akan memasukkan tangan ke saku celanamu dan berjalan masuk dengan pandangan lurus kedepan dan akspresi yang dingin"     "Jadi Kiano"     Kiano yang tadi hanya mendengarkan Sebastian bicara kini tersentak kaget karena tiba tiba Sebastian membungkukan badannya.     "Kiano kumohon maafkan aku" Ujar Sebastian sambil membungkuk ke Kiano.     Sebastian merasa bersalah karena telah merebut sesuatu yang paling berharga pada Kiano, Sebastian membayangkan bagaimana Kiano yang pada saat itu berusia 6 tahun harus menanggung sakit yang begitu mendalam didalam hatinya. Kiano diam dan tidak bisa berkata kata.     "Apa yang...kalian lakukan?" Ujar Aurel yang tiba tiba sudah berada dipintu saja bersama dengan Aurel.     Kiano dan Sebastian menjadi kaget.     "Ti-tidak ada apa apa" Ujar Kiano.     "Kenapa kalian kembali, kan tadi kubilang aku sedang membicarakan hal yang penting dengan Kiano" Ujar Sebastian.     "Sebentar lagi jam 3, dia pasti akan datang sebentar lagi" Ujar Aurel.     "Sebenarnya siapa sih yang akan datang sampai sampai Aurel terlihat sangat senang?" Tanya Jessica.     "Loh daritadi berarti kau belum tau?" Tanya Sebastian balik.     "Belum karena saat aku bertanya dengan Aurel tapi dia malah bilang bahwa kau akan tau jika dia sudah sampai dan kau pasti akan terkejut" Jawab Jessica dengan muka murung karena Aurel tidak memberitaunya siapa yang akan datang.     "Tunggu saja, saat kau melihatnya kau pasti akan langsung mengenalinya" Ujar Aurel.     "Lihatlah dia begitu lagi" Ujar Jessica.     Aurel dan Sebastian hanya tertawa melihat kelakuan dari Jessica.     "Sebastian" Panggil Kiano.     Ketika Kiano memanggil nama Sebastian Aurel berhenti tertawa dan Jessica berhenti cemberut.     "Aku sudah melupakan itu semua, lagipula untuk apa itu diungkit lagi. Kita adalah teman dan aku tidak akan mempermasalahkan hal itu, lagipula aku juga pasti akan segera mendapatkannya kan" Ujar Kiano.     Sebastian paham maksud perkataan Kiano lalu dia mengangguk dan tersenyum. Aurel dan Jessica saling memandang mereka tidak mengerti apa yang sebenarnya terjadi diantara mereka ataupun maksud dari perkataan Kiano.     Tak lama setelah itu ada yang membuka pintu dan semuanya menatap kearah pintu. Ada seorang perempuan yang masuk dengan menggunakan masker dan topi setelah selesai menutu pintu kembali dia melepas topi dan maskernya. Aurel menunjukkan wajah senang sedang Jessica menunjukkan wajah yang seolah tak percaya lalu mereka berdua langsung menghampiri Lauren.     "Anda adalah Lauren Favian kan?" Tanya Jessica.     "Iya aku Lauren Favian" Jawab Lauren.     "Tidak, tidak mungkin aku bertemu artis yang terkenal itu disini, itu tidak mungkin, i-ini pasti mimpi kan?" Tanya Jessica yang masih tidak percaya.     Lauren langsung menyambar pipi Jessica dan mencubitnya. Jessica kaget dan dia bisa merasakan sakit dipipinya.     "Ini sakit kan" Ujar Lauren.     Jessica hanya mengangguk mengiyakan perkataan Lauren dengan ekspresi bengong seolah masih tak percaya.     "Jadi itu namanya bukan mimpi sayang" Ucap Lauren sambil menepuk pipi Jessica.     Seketika itu Jessica langsung menjerit kegirangan dan langsung memeluk Aurel membuat semua yang ada diruangan itu terkejut bukan main tak terkecuali Lauren.     "Oh maaf maaf" Ujar Jessica sambil melepaskan Aurel.     "A-aku adalah penggemar beratmu" Ujar Jessica yang tidak memberi kesempatan bagi Aurel untuk bicara.     "Jadi kau yang namanya Aurel?" Tanya Lauren yang salah mengira Jessica adalah Aurel. Aurel ingin menjelaskannya tapi telat karena Jessica telah berbicara duluan.     "Bukan bukan namaku adalah Jessica dan dia adalah Aurel" Jawab Jessica sambil menunjuk Aurel.     "Oh jadi kau yang namanya Aurel, putraku membujukku hingga aku benar benar mau bertemu denganmu" Ujar Lauren.     "Hah, tunggu sebentar. Aku tadi tidak salah dengarkan?" Tanya Jessica.     "Kau tadi bilang putra?" Tanya Jessica lagi sambil menghadap kebelakang melihat Kiano dan Sebastian.     'Orang yang paling dekat dengan Aurel diantara mereka berdua sudah pasti adalah Kiano, tunggu apa jangan janga...' Ujar Jessica dalam hati.     Dia menghadap kedepan lagi menatap Lauren.     "Kiano adalah anakmu!?" Tanya Jessica dengan ekspresi heran, kaget, dan tidak percaya.     "Eh kau belum tau, padahal semua yang ada disini sudah tau lho" Ujar Lauren.     "Orang yang bernama Aristide Kiano Favian yang sekarang ada disana itu adalah anakku. Kau tidak tau?" Ujar Lauren sambil agak tertawa kecil.     "Kalian semua kenapa tidak memberitau aku berita sebesar ini, padahal kita ini teman tapi kalian menyembunyikan semuanya dariku" Ujar Jessica cemberut lagi dan itu membuat yang lainnya tertawa.     "Tapi aku tidak pernah mendengar bahwa anda memiliki anak bahkan tidak pernah dikabarkan juga bahwa anda sudah menikah" Ujar Jessica.     "Ini adalah permintaan dari suamiku bahwa jika nanti kami menikah hubngan kami tidak akan pernah diekspos ke publik begitu juga dengan anak kami nanti jadi aku tidak pernah mengekspos hubungan kami" Jawab Lauren.     "Aku benar benar masih tidak percaya bahwa anda sudah memiliki anak. Anda masih terlihat sangat muda dan anda sudah punya anak sebesar dia" Ujar Jessica yang masih tidak percaya dengan apa yang dia dengar dan saksikan sekarang ini.     "Kau bisa memanggilku tante seperti yang lainnya" Ujar Lauren.     "Ini hanya kalian saja yang tau bahwa Kiano adalah anakku, aku minta tolong jangan beriatukan ini pada siapapun" Ujar Lauren.     "Tentu saja tante kami berdua tidak akan bilang pada siapapun" Ujar Aurel dan Jessica bersamaan.     Lalu mereka bertiga berbicara diruangan itu, Kiano senang karena bisa dikatakan bahwa beberapa tahun lalu dia sudah tidak mengunjungi Lauren lagi karena dirasanya percuma saja mengunjungi Lauren kalau saat sampai disana dia hanya mendapat perlakuan yang dingin. Sehingga Kiano memutuskan untuk tidak kembali kerumahnya. Dia terus menatap Lauren dengan tersenyum.     "Oh ya tante, aku pernah beberapa kali mengunjungi apartemen Kiano, tapi aku tidak pernah melihat ada tante disana?" Tanya Jessica.     Kiano langsung berhenti menatap Lauren dengan tersenyum dan langsung mengalihkan pandangannya ketika Lauren balik menatapnya.     "Itu karena kami tinggal terpisah jadi kau tidak pernah melihatku ada diapartemennya Kiano" Jawab Lauren.     "Nanti jika Kaino sudah dibolehkan untuk pulang, Apakah dia akan pulang diapartemennya sendirian?" Tanya Aurel.     "Tentu saja tidak, kau yang akan menemaninya dan menjaganya dan tentunya kau akan tinggal disana" Goda Lauren pada Aurel.     "Hah!!?" Jawab Kiano dan Aurel bersamaan dengan menunjukkan ekspresi kaget mereka dan akhirnya wajah merah merekapun terlihat.     "Mana mungkin kami bisa tinggal bersama, aku laki laki sedangkan dia perempuan. Itu tidak pantas bagi laki laki dan perempuan tinggal bersama tanpa hubungan yang sah...kan" Jawab Kiano dengan muka yang memerah.     Lauren dan yang lainnyapun tertawa kecuali Kiano dan Aurel. Bagi Kiano itu adalah hari yang membahagiakan dalam hidupnya dimana semua orang bisa tertawa bersama termasuk dengan ibunya walaupun yang selalu dijadikan sasaran lelucon adalah dirinya dengan Aurel.     "Tenanglah kalian berdua, itu tadi hanya bercanda. Tentu saja yang menemani Kiano di apartemennya ada Sebastian. Nanti kalau Aurel yang dikirim malah diapa apain lagi sama Kiano nanti" Ujar Lauren.     Lauren selalu mengakhiri candaannya tapi salalu disambung lagi dengan lelucon yang lainnya dan itu membuat yang lainnya tertawa. Diwaktu sebelumnya Lauren sama sekali tidak pernah bercanda dengan kedua anak itu yaitu Kiano dan Sebastian tapi setelah kemunculan Jessica dan Aurel, Lauren bisa membuat candaan dari Kiano dan Aurel.     Mereka bicara bersama hingga tak sadar bahwa hari sudah gelap, pelayan Kiano juga sudah kembali kesana lagi. Aurel dan Jessica berfoto dengan Lauren sebelum mereka pulang lalu setelah itu mereka berdua pulang diantar oleh Sebastian. Tapi setelah kepergian mereka Lauren kembali menjadi dingin kepada Kiano. Lauren membalikkan badannya dan siap untuk pergi darisana.     "Ibu akan pulang sekarang?" Tanya Kiano.     "Tentu saja, aku tidak ingin berlama lama denganmu diruangan ini" Ujar Lauren tanpa menatap Kiano lalu Kiano memberikan isyarat pada pelayannya untuk keluar dan pelayan itu membungkuk lalu keluar dari sana.     "Bisakah ibu jangan berpura pura bertindak kejam padaku seperti itu. Aku tau ibu adalah seorang aktris dan ibu sangat suka sekali berakting dan bahkan berakting telah menjadi hobi ibu tapi tolong jangan lakukan itu padaku"     "Ibu aku juga manusia, aku memiliki perasaan. Aku sama sepertimu, aku bisa merasakan senang, sedih, takut, aku bisa merasakan semuanya, bu"     "Jika ibu melakukan semua ini demi melindungiku, itu semua sungguh tidak perlu, jika ada yang membuat ibu takut katakan saja padaku aku akan melawannya" Ujar Kiano.     Lauren langsung terkejut mendengar perkataan itu, itu adalah kata kata yang sama yang diucapkan oleh ayah Kiano sebelum dia meninggal karena dibunuh salah satu penggemar Lauren. Lauren menjadi sangat takut bagaimana jika ada salah satu penggemar yang menggilainya datang dan membunuh Kiano, Lauren langsung tidak tinggal diam, dia berjalan kearah jendela kemudian langsung menutup jendela sekalian dengan gordennya lalu Lauren berjalan mendekati Kiano dan langsung memeluknya.     "Ibu..." Ujar Kiano yang kaget dengan Sikap Lauren.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD