hari pertama di puncak kami pun berkemas kemas barang masing masing,
kak tia banyak bercerita, tapi agak sedikit aneh, karna banyak nya pertanyaan tertuju ke dherla,
hmm kayak saat ini
" udah lama kenal sama dherla zha? " tanya nya pada ku
" hmm udah kk, udah cukup lama banget sih, maka nya kami memutuskan untuk berkomitmen " kata ku pada nya, dan kulihat dia tampak berfikir dan bertanya lagi
" hmm benarkah? tapi dia mirip seseorang teman ku dimasa lalu, tapi ntah lah aku pun lupa, buy the way kalian serasi, dan kulihat dia sangat menyayangi mu, kamu beruntung " kata nya dan dia tersenyum, namun ada yang aneh dari nya,
kenapa seperti kak tia menyembunyikan sesuatu ya,
atau mereka pernah saling kenal
huff jadi bingung ey
aku pun memberanikan diri bertanya
" kok kakak kayak kenal banget sama dherla, apa kakak pernah mengenal dia sebelum nya, atau... " ku gantung ucapan ku, dan kulihat dia agak sedikit gugup
"hmm kakak pernah satu sekolah dengan nya dulu di london, tapi yang kakak tau dia chines, bukan islam, mungkin kakak salah orang kali ya" kata nya lagi penuh dengan misteri ni
" benarkah?, dherla memang pernah mengenyam pendidikan di london, tapi aku nggak tau kok kakak di london juga,
bukan nya kakak di Swiss? " tanya ku heran
" aku memang di suruh dedy kesana, tapi aku nggak mau, dan memilih ke london, karna aku ingin lebih dekat dengan nya" kata nya lagi
" dengan siapa? " tanya ku heran, Dan Dia seperti kebingungan menjawab pertanyaan ku
dan dia menjawab
" dengan d.. ady lah, masa iya dengan yang lain" kekeh nya menutupi keraguan nya,
"hmm aku mandi dulu ya, gerah ni" kata nya sambil meninggal kan ku di kamar,
ada yang aneh,
apa mereka punya hubungan yang spesial ya
hmm
aku harus tanya dia