ada yang aneh

428 Words
setelah pertunangan kami, aku sama dia selalu pergi berdua, karna kedua orang tua kami sudah merestui kami akhir pekan kami berencana kepuncak, liburan berdua di puncak seperti nya menyenangkan hmm tak sabar deh " sayang jadi kepuncak kita kan? " tanya ku pada nya " jadi dong, tapi keluarga aku kayak nya nggak bisa ikut deh, mau keluar negri besok sayang, ada urusan disana, biasa lah si papa" kata nya sambil tersenyum " oh ok lah, keluarga aku ikut semua kayak nya, karna dah lama banget nggak liburan keluarga, kakak sepupu aku ikut jugak deh kayak nya ?" kata ku sambil meminum s**u " kakak sepupu kamu yang mana? " tanya nya pada ku " itu loh yang di bandung, yang dulu aku pernah cerita ke kamu, anak om herman, ingat nggak? " kata ku lagi " hmm ntah lah aku nggak ingat" kata nya lagi " besok aku kenalkan ke kamu deh, biar kamu kenal semua keluarga aku" kata ku sambil tersenyum pada nya dan dia pun menganguk @@@@@@@ liburan pun tiba, aku dherla dan keluarga ku pun berangkat, aku dan dherla satu mobil, ayah ibu dan adik-adik bareng ayah, kami pun bergegas ke puncak, yaps puncak keluarga kami, tak lama kami tiba di puncak ku lihat sudah ada mobil kakak sepupu ku, mobil yang tak kalah mewah dengan punya dherla, memang ya orang kaya selalu pakai mobil tahun tinggi hehehe kami pun turun, dan aku menyapa kakak sepupu ku, " hay kak tia, cepat amat nyampek nya udah nggak sabar mau liburan ya" goda ku sambil memeluk nya dia pun balas memeluk ku " bisa aja kamu ih, ni kenalin pacar kakak" kata nya pada ku sambil mengenalkan pacar nya " hay , aku dewa" sapa nya pada ku " hay juga, aku zhakira, salam kenal, oh ya sampai lupa, kenalin tunangan aku, dherla" kata ku pada mereka " hay, dherla, senang berkenalan dengan kalian, happy ya, " kata dherla pada mereka mereka pun berjabat tangan sambil tersenyum, tapi kok ada yang aneh ya sama kak tia, kok dari tadi mandangin dherla segitu nya, hmm apa jangan jangan, hmm positif tingking aja deh, ntah perasaan aku aja, mungkin hanya biasa aja huf @@@@@@ kami masuk ke dalam vila, vila nya cukup besar, tapi ayah mengintruksi untuk bagi kamar " seperti nya kamar kita tidak cukup" kata ayah " terus gimana dong yah" tanya kami berbarengan ayah pun hanya tersenyum, kita harus bagi kamar ayah sama ibu satu kamar adek adek satu kamar aku sama kak tia dan dherla sama dewa kami pun bergegas kekamar masing masing
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD