melamar

296 Words
tepat seminggu setelah hari itu, dia datang kembali bersama keluarga besar nya, tau dong yang dimaksud keluarga besar? yaps beneer banget, rame nggak tu, ya pasti, hari ini agak sedikit berbeda, dia ardhea membawa banyak sekali parsel pernikahan, yang belum aku minta apa apa, tapi dengan sigap dia membawa semua yang pernah kami bicarakan dulu, ya angan angan sewaktu cinta kami belum direstui, angan angan ingin nikah dengan adat ya yang megah, dengan isian parsel pernak pernik pernikahan, hmm pernikahan impian aku, kayak kayak di film romantis, dan hari lamaran ini, dia membuat sejuta kejutan yang aku pun tak menduga, dia memotong rambut nya lebih keren, dan stelan jas yang dikenakan waw, aku sampai pangling melihat nya, dia tampan, sangat tampan, aku sayang dia, terima kasih ya allah atas nikmat yang kau beri, puji syukur atas apa yang telah kami dapat, tak dapat ku ungkap kan kata kata, tak berapa lama mereka tiba aku dipanggil turun, aku menggunakan gaun duyung, terlihat lekuk tubuh ku, dan tambah rambut panjang ku yang dihiasi bunga bunga, aku terlihat bak putri raja, ardhea sampai tak berkedip memandang ku, aku pun tersenyum, dapat k*****a dari wajah nya " kamu cantik sayang" kata nya lewat mulut yang berbicara pelan aku pun membalas ucapan nya, " kamu juga, " kata ku dengan senyum mengembang, tak lama kami bertukar cincin, cincin ini, cincin yang kami beli berdua dulu, cincin berlian sederhana yang memiliki ukiran indah disekeliling nya, tak ada yang tau sejarah cincin ini, hanya aku, dia dan tuhan lah yang tau, bahagia, tentu, sangat sangat bahagia, bisa memakai cincin yang pernah hampir gusar kami pakai karna kedua orang tua kami tak merestui, tapi kini, dengan banga dia memakai kan ku cincin didepan semua orang, dan aku pun memakai kan nya cincin juga
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD