Menasehati Istri

1376 Words

Aku mengamati Mariska dan Ibu secara bergantian. Hal yang ku kira selama ini baik-baik saja ternyata justru seperti bom waktu yang siap meledak kapan saja. Ibu seperti sedang menahan amarah sejak Mariska berada di sini. Sedangkan Mariska merasa kalau Mertuanya tidak pernah berpikir positif tentang dirinya. Sebagai kepala keluarga aku harus bertindak. Tidak mungkin aku membiarkan bom yang berada di rumah tanggaku meledak begitu saja, aku harus segera menghentikannya sebelum hal itu terjadi. Aku tahu kalau ibu menahan bicaranya karena takut Mariska mengajak kembali pulang ke rumah orang tuanya, meskipun terkadang sekali-kali ibu ngomel di belakang menantunya tersebut soal perilakunya. Aku juga tahu bagaimana Mariska sudah berusaha menyesuaikan diri dengan ibu dan lingkungan demi aku, demi i

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD