Peluang

1240 Words

Dari lubuk hati yang paling dalam aku kagum dengan para wanita yang membanting tulang demi keluarganya. Tapi sikap wanita yang ada di sebelahku ini sangat galak dan judes hingga membuat rasa kagumku tersebut mendadak langsung hilang seketika. Setelah wanita itu pergi dan makan malamku habis, aku tidak langsung pergi dari tempat dudukku. Sengaja aku makan beberapa buah gorengan dan meminta tambah minumanku karena ada hal yang ingin kutanyakan kepada asisten Mbok Minah. “Itu cabai, Mbak?” tanyaku kepada asisten Mbok Minah tersebut. Sebenarnya hanya sekedar basa basi karena aku sudah tahu kalau apa yang aku tanyakan isinya memang lombok. “Iya, Mas,” jawabnya. “Cabai sekarung begitu habis sehari, Mbak?” tanyaku sambil mengunyah gorengan. Berat dua puluh kilo juga sekarung cuma karungnya ag

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD