JALAN

806 Words
Jean akhirnya menemukan targetnya. Ia melihat Selena bersama dengan geng cewek centil di sekolahnya yang kadang membuat Jean mual. "Jangan pake cara licik lo,"ucap Aldo yang melihat sama seperti Jean. "Loe takut kalah?"Jean tertawa mengejek. "Aldo tak pernah kalah,"balas Aldo tak terima dan langsung bangkit mengambil start dahulu sebelum Jean  bertindak. Selena melihat Aldo duduk di hadapannya. Selena tersenyum manis sekaligus sombong karena salah satu cowok most wanted di sekolahnya mendekati dirinya. " Mau gak jalan sama gue tar malem?"tanya Aldo tanpa basa basi. "Tentu saja,"jawab Selena cepat. "Baiklah jam tujuh gue jemput.Aldo tersenyum manis dan segera pergi. "Cieeee......"seru teman-teman Selena secara bersamaan menggoda Selena. Selena hanya tersenyum angkuh. ___________ Malam hari Jean sudah rapih. Rencananya Jean akan mengganggu kencan Aldo dan Selena. Tentu saja, Jean gak mau kalah taruhan. Di tempat lain Selvy dan Sonia sedang asik shopping setelah gajian. "Diskon babe...!!"seru Sonia berbinar-binar melihat tas branded yang sedang diskon. "Come on."balas Selvy tak kalah antusias untuk berburu diskonan. Di tengah asik shopping, Selvy terkejut tangannya di tarik paksa menjauh dari kerumunan wanita penggila diskon lainnya. "Apaan sih."bentak Selvy marah tanpa melihat siapa yang menariknya. "Ikut sama gue."suara berat dan dingin terdengar khas. Selvy tau pemilik suara ini. "Mario apa yang loe lakuin? Kita mau kemana? Gue lagi berburu diskonan."Selvy mengerucutkan bibirnya kesal. "Gue bakal belikan apapun sebagai gantinya."balas Mario enteng. "Loe serius?"tanya Selvy antusias. "Hmmm."Mario hanya berdehem dan terus menarik tangan Selvy menuju suatu tempat. Tentu saja Selvy suka rela mengikuti Mario. Selvy kan sangat mencintai uang Mario.....upsss heee. Selvy melihat ke sekeliling tempat mereka sekarang. Selvy merasa bingung. "Kenapa berhenti di sini?"tanya Selvy. "Tunggu saja."jawab Mario datar. Tak lama lampu sebuah mobil menyorot ke wajah mereka. Selvy menghalangi sinar itu dengan telapak tangannya. Seorang wanita turun dari mobil. Wanita itu terlihat sangat cantik dan anggun. "Sayang...."panggil wanita itu dengan nada manja dan menggoda ke arah Mario. Selvy hanya mengerutkan keningnya bingung. "I Miss you."wanita cantik itu sedikit berjinjit dan mencium bibir Mario. Mario memeluk pinggang wanita itu dan membalas ciuman wanita itu. Selvy berdecak kesal dalam hati, dirinya berasa nyamuk yang sedang melihat pertunjukan romantis yang memuakkan. Selvy hendak pergi namun tangannya di cekal oleh Mario sedangkan Mario sendiri masih mencium dan merangkul pinggang wanita itu dengan tangan satunya. Jean sebenarnya ingin mencari Aldo namun langkahnya terhenti saat melihat kejadian drama cinta segitiga yang menyedihkan menurut Jean. Akhirnya Jean memilih mendekati mereka. Belum sempat Jean melangkah. Jean melihat Adrian sudah menarik tangan Selvy. Ciuman Mario dan wanita itu langsung terlepas. "Menjijikkan."Adrian menghentakkan tangan Mario dari Selvy. "Apa masalah loe."geram Mario ingin meraih kembali tangan Selvy. Namun dengan sigap Adrian menghalangi. "Lepasin tangan kotor loe."Adrian menyeret Selvy pergi bersamanya. "Shittt....."umpat Mario kesal. "Kenapa sayang?"tanya wanita itu tak mengerti. "Dia pacar gue."balas Mario kesal. "Upsss sorry."wanita itu meringis. "Sudahlah pasti nanti dia kembali."balas Mario menunggu Selvy. Jean hanya melihat saja dari kejauhan. "Saingan loe je."ucap Jean pada dirinya sendiri kemudian berlalu mencari Selena dan Aldo. Selvy melepaskan tangannya dari Adrian karena terasa sakit. "Sakit bego."Selvy mengusap-usap tangannya. "Loe yang bego, mau aja loe jadi nyamuk di sana."Adrian menjitak kening Selvy pelan. "Demi shopping bro shopping...."Selvy berkacak pinggang. "Loe mau di duakan asal bisa shopping gitu?"Adrian menatap Selvy tak percaya. "Gue cinta uang."Selvy terkikik kecil. "Astaga sel, otak mana otak."geram Adrian. "Tentu saja otak gue di sini anteng asal ada uang, hati gue pun ikut senang."jawab Selvy sekenanya. Adrian hanya bisa geleng-geleng kepala gak tau mesti ngomong apa lagi. "Udah ah, gue ke Mario lagi."ucap Selvy. "Jangan....!!!"seru Adrian. "Terus gue ngapain di sini?"Selvy melotot ke arah Adrian. "Lebih baik loe temenin gue nonton."balas Adrian. "No way...."Selvy langsung pergi meninggalkan Adrian menuju Mario. Tentu saja ajakan Adrian di tolak mentah-mentah oleh Selvy karena Mario menjanjikan hal yang lebih menarik dibandingkan nonton yang menurut Selvy membosankan. "Sel...Selvy...."teriakkan Adrian tak di pedulikan oleh Selvy yang malah sibuk jalan pegang kaca and mempertebal lipstiknya. Srettttt..... "OMG....."mata Selvy melotot berasa hampir keluar. "Maaf mbak gak sengaja."Jean menahan tawanya. Sebenarnya Jean tentu saja sengaja. Awalnya ingin buru-buru mendapatkan Aldo dan Selena tapi lagi-lagi fokus Jean teralihkan saat melihat Selvy. "Loe.?dasar berondong kampret."murka Selvy seolah ingin menelan Jean hidup-hidup. "Gue kan udah bilang sorry mba, gue gak sengaja."Jean menunduk sambil ngeliatin ujung sepatunya dengan wajah melas yang di buat-buat menyedihkan. "Aaaaaaaaaa..... sialan."maki Selvy kemudian berlalu menuju toilet untuk merapihkan make-upnya kembali dan dengan amat sangat terpaksa menelan bulat-bulat kemarahannya karena tak tega ngeliat wajah melas Jean si berondong kampret pembawa sial. Jean menutup mulutnya ingin sekali tertawa terbahak-bahak puas mengerjai Selvy namun Jean tahan nanti kalau Selvy sampai tau bisa gawat. Jean berjalan santai dengan senyum mengembang di wajahnya. Selvy adalah mood booster bagi Jean. Apapun yang berhubungan dengan Selvy membuatJjean senang. Tapi sebaliknya bagi Selvy, Jean adalah penghancur mood. Setiap bertemu Jean, Selvy merasa kesal setengah mati. Di tambah lagi, Selvy selalu merasa sial, ada aja kejadian yang tak di duga menghampirinya.          
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD