4.Bidadari Keseleo
Jean pagi ini ceria gila gara-gara kemarin masih terbayang-bayang c*****t pinx milik si mbak.
"Je makanan itu di makan bukan di ajak senyum."Tegur mamah Sanas.
Tapi Jean masih aja senyam-senyum sambil liatin telor ceplok yang ada di piringnya.
"Je.!!!"seru mamah Sanas gemas.
"Ih mamah norak kaya di hutan berisik,"balas Jean.
"Itu makanan di makan je."
"Astaga ini anak."mamah Sanas mencoba sabar dengan anaknya ini.
"Iya mah slow aj,"jawab Jean memakan sarapannya dengan cepat karena buru-buru pengin nganterin si mbak.
"Pelan-pelan je."Butuh stok banyak kesabaran buat ngadepin Jean.
"Be- ang- kat du lu mah,"ucap Jean gak jelas sambil menguyah makanan.
"Di telen dulu. Terus minum,nanti tersedak.”
Uhuk uhuk...
Jean tersedak telor ceplok.
"Tuh kan."Mamah Sanas menepuk-nepuk punggung Jean dan memberikan Jean minum.
"Mamah sih."Jean cemberut.
"Kenapa nyalahin mamah."Protes mamah Sanas gak terima.
"Jean buru-buru, debatnya kantongin dulu masukin plastik tar pulang sekolah di lanjutin lagi. Dah mamah...."triak Jean terburu-buru.
"Astaga emang debat bisa d kantongin plastik."Mamah Sanas geleng-geleng kepala.
Jean keluar rumah sambil liat-liat ke arah rumah Selvy dengan senyum sejuta wattnya berharap Selvy ada di depan rumah.
Namun senyum Jean surut seketika karena Selvy sudah di jemput entah oleh siapa. Jean tidak tau.
Karena tingkat ke kepoan Jean yang tinggi akhirnya Jean tetap keluar untuk mencari tau.
"Mba mau berangkat kerja?"sapa Jean basa basi.
"Udah tau pake nanny,."jawab Selvy ketus masih ingat tragedi c*****t kemarin yang membuat Selvy makin kesal dengan Jean si berondong kampret.
"Cowoknya lagi mbak? Hallo mas, gue Jean." Jean sksd langsung ngulurin tangannya dengan PD-nya.
"Adrian." Adrian ramah membalas uluran tangan Jean.
"Udah jangan kelamaan rabies. Ayo berangkat."Selvy menarik tangan Adrian dan mengajaknya segera masuk ke dalam mobil.
"Sorry je duluan."Adrian melambaikan tangannya pada Jean.
Jean hanya membalas dengan acungan jempol.
Di perjalanan Adrian melihat ke arah Selvy.
"Kenapa kok loe kaya kesel banget sama Jean?"tanya Adrian.
"Gue emang kesel sama tuh bocah rese, nyebelin lagi,"jawab Selvy sebal.
"Jangan gitu, tar loe naksir loh sama dia."Adrian terkekeh.
"Mendingan gue sama loe,"jawab Selvy refleks dan detik berikutnya pipi Selvy bersemu merah karena keceplosan.
"Serius?"Adrian melihat ke arah Selvy.
"Ihh apaan sih. Udah fokus nyetir aja deh.Gue belom siap mati muda."Kilah Selvy sambil mengalihkan pandangannya ke luar.
Adrian hanya geleng-geleng kepala sambil tersenyum tipis.
"Terima kasih."Selvy turun dari mobil Adrian setelah sampai di depan kantor tempat ia bekerja.
"Tar gue jemput."
"Siap tar gue kabarin,"balas Selvy sambil nyengir.
Tanpa mereka tau, Mario berdiri di parkiran melihat kedekatan Selvy dan Adrian.
"Loe cuma milik gue."Mario mengepalkan tangannya menatap Selvy dan Adrian tajam.
Selvy berjalan cepat menuju meja Sonia.
Belum juga Selvy sampai kakinya terpleset hampir saja Selvy jatuh jika tidak ada tangan kokoh yang menahannya.
"OMG..!!!."seru Selvy berusaha mengatur detak jantungnya.
"Loe gak papa?"
Selvy melotot dan mengucek matanya beberapa kali.
"Kenapa mba? Matanya kemasukan gajah pa?"
"Loe..."Selvy mengacungkan telunjuknya tepat di wajah Jean tak percaya.
"Iya gue... kenapa? Tapi maaf mba bisa berdiri yang bener dulu gak? Tangan gue pegel nih."
"Berondong kampret. Kenapa loe bisa di sini?"semprot Selvy sambil berdiri tegak dan merapihkan bajunya.
"Jean mba, bukan berondong emangnya gue jagung,"balas Jean.
"Masa bodo. Kenapa loe bisa di sini?"tanya Selvy heran.
"Liat bidadari keseleo jadi gue ke sini."Jean terkekeh menggoda Selvy.
"Gak lucu."Selvy menghentakkan kakinya lalu pergi ninggalin Jean.
"Hati-hati mba sayang...!!"seru Jean norak melakukan kiss jarak jauh berkali-kali yang menarik perhatian orang-orang di sekitar kemudian tertawa melihat tingkah konyol Jean membuat Selvy malu.
Sonia yang melihat kejadian itu sampe pengin nangis ketawa ngakak.
"Gak lucu."Selvy cemberut.
"Gila pagi-pagi di apelin berondong."Sonia ketawa megangin perutnya.
"Nyebelin banget sih loe."Selvy melotot.
"Bidadari keseleo,"goda Sonia membuat Selvy makin kesal dan ingin melempar tasnya pada muka Sonia.
"Ok ok.."Sonia menggerakkan tangannya memperagakan tangannya seolah mengunci mulutnya namun masih terlihat senyum mengejek di wajah Sonia yang membuat Selvy makin kesal.
Jean mampir ke kantor cuma mau nganterin berkas papahnya yang tertinggal karena hari ini ada meeting dengan pemilik perusahaan ini yaitu Mario.
"Mas ganteng."Sapa Jean ketika melihat Mario masuk ke dalam kantor.
Mario mengamati Jean dengan kening berkerut tanda ia sedang berfikir.
"Gue Jean mas tetangganya si mbak sexy,"ucap Jean nyengir.
"Si mbak?"tanya Mario bingung.
"Ck tetangga mba Selvy,"jawab Jean cepat.
"O...."Mario hanya ber oh ria kemudian pergi.
"Jiaaa gue di kacangin."Gumam Jean memelihat kepergian Mario.
________________
Di kantin sekolah jam segini udah pasti ramai di penuhi para siswa yang berebut untuk mengisi perutnya.
"Gimana je mau mulai sekarang?"tanya Aldo memakan somay miliknya dengan hikmat.
"Terserah loe."jawab Jean melihat ke sekeliling mencari keberadaan target mereka.
"Siap-siap motor loe jatuh ke tangan gue."Aldo tersenyum membayangkan kemenangannya yang belum jelas.
"Dalam mimpi loe."Jean memukul kening Aldo dengan sumpit mie ayam yang sedang iya pegang.
"Njirr lada tuh."Aldo menyingkirkan tangan Jean dari depan wajahnya.
Jean hanya terkekeh dan melanjutkan makannya.