SIAL

1028 Words
Aldo terus mengumpat dan mengeluarkan sumpah serapah untuk Jean. Dengan sangat terpaksa Aldo menyerahkan kunci motornya. "Terima kasih."Jean tersenyum lebar menerima kunci motor milik Aldo. "Gue gak ikhla,."balas Aldo sebal. "Loe kan yang minta taruhan. Nikmati saja kekalahan loe."Cibir Jean. "Sialan loe."Maki Aldo sedangkan Jean hanya terkekeh menikmati wajah melas Aldo. "Ayo gue traktir."Jean menarik tangan Aldo menuju kantin. "Nah gitu dong."Wajah Aldo berubah cerah seketika. "Mau makan apa loe?"tanya Jean. "Bakso aja sama es teh." "Ternyata harga motor loe murah ya? seharga bakso sama es teh."Cibir Jean. "Kampret loe."Wajah Aldo mendadak suram kembali mengingat motornya. Dan lagi Jean menertawakan Aldo sepanjang jalan. ___________ Selvy melihat wajahnya di cermin kecil yang ia bawa sehari-hari. Selvy selalu ingin terlihat cantik setiap saat. "Lipstik loe tuh kurang tebel."Goda Sonia "Serius??"Selvy langsung mengarahkan kacanya ke bagian bibir. "Iya kurang hot jadinya babe,"balas Sonia. Selvy mengeluarkan lipstik dari tasnya dan mempertebal polesannya. "Gimana babe?"Selvy memonyongkan bibirnya melihat ke arah kaca narsis. Tapi tak ada jawaban dari Sonia. "Babe gimana?" Tanya Selvy sekali lagi namun tetap sama tak ada jawaban. Karena penasaran, Selvy melihat ke arah Sonia dan kemudian Selvy meringis mendapati Mario bersandar di meja Sonia sambil mennyilangkan tangannya di d**a. "Bos,"ucap Selvy kikuk. "Ikut ke ruangan sekarang."Perintah Mario dingin berlalu masuk ke dalam ruangannya. Tanpa banyak bicara Selvy mengikuti Mario masuk sembari melirik ke arah Sonia yang menunjukkan deretan giginya sambil mengacungkan dua jari pada Selvy dengan wajah tanpa dosanya. Selvy menghembuskan nafas berkali-kali. Dari tadi Mario hanya diam dan tidak melihatnya sama sekali malah sibuk dengan berkas yang ada di mejanya. "Pak bos untuk apa anda nyuruh saya kemari?"tanya Selvy yang udah bosan, apalagi kakinya merasa pegal dari tadi berdiri. Mario melihat ke arah Selvy sekilas lalu kembali melihat berkasnya tanpa menjawab pertanyaan Selvy. "Honey gue cape." Karena kesal terus di abaikan Selvy langsung duduk aja di sofa tanpa sopan santun lagi. "Siapa yang nyuruh duduk?"ucap Mario. "Terserah gue cape."Selvy cemberut. Mario beranjak dari tempat duduknya dan mendekat ke arah Selvy. "Jangan ulangi lagi." Mario jongkok di depan Selvy. "Apanya?"tanya Selvy bingung. "Bibir loe sangat menggoda, gue gak suka."Mario mencium bibir Selvy. Tak hanya diam, Selvy pun membalas ciuman Mario. "Loe merusak lipstik gue."Selvy merajuk setelah melepaskan pagutan bibirnya. Mario berdiri dan mengambil tisu untuk menghapus jejak lipstik di bibirnya dan memberikan tisu untuk Selvy. "Loe harus ganti sepuluh lipstik."Gerutu Selvy mengambil tisu yang di berikan oleh Mario. "Berapapun loe inginkan, belilah."Mario membuka dompetnya dan memberikan Selvy credits card miliknya. "Serius?"wajah Selvy berbinar-binar jika berhubungan dengan uang dan shopping. "Tentu saja tapi ada syaratnya."Mario menarik kembali credits card-nya saat Selvy hendak mengambilnya. "Apa?"tanya Selvy kesal. "Jangan pake lipstik yang menggoda selain sama gue. Deal?"Mario menjulurkan tangannya. "Deal."Selvy menyambut uluran tangan Mario tanpa pikir panjang. Yang Selvy pikirkan adalah uang, uang dan uang. "Ok."Mario memberikan credits card-nya dan dengan senang hati Selvy menerimanya. "Thank you honey."Selvy mengecup bibir Mario sekilas kemudian beranjak keluar ruangan Mario dengan wajah sumringah. Sonia yang melihat Selvy keluar, tingkat ke kepoannya langsung meningkatkan. Sonia pikir Selvy kena hukuman tapi di lihat dari wajahnya sepertinya Selvy sangat bahagia. "Apa yang terjadi?"tanya Sonia begitu Selvy duduk. "Shopping babe, tar gue traktir,"jawab Selvy. "Shopping?"Sonia mengerutkan keningnya bingung. "Ya kita shopping pulang dari kantor. Gue bakal traktir loe." "Emang loe punya duit."Cibir Sonia. Selvy mengacungkan credits card pemberian Mario dengan bangga. "Wahhh....serius? OMG....gue gak sabar. Loe emang sobat gue terhebat babe."Pekik Sonia kegirangan yang sontak menarik perhatian yang lain. Namun detik berikutnya Sonia tersadar kalau dirinya sedang berada di kantor. "Upsss sorry...."Sonia tersenyum dan menunduk meminta maaf kepada yang lain. Sedangkan Selvy hanya terkekeh geli. ________________ Jean yang sedang duduk menikmati jus jeruk miliknya tak sengaja melihat Selvy. "Si mbak makin hari makin cantik aja."Gumam Jean terus fokus melihat Selvy. "Siapa sayang?"tanya Selena mengikuti arah pandang Jean. "Bidadari,"jawab Jean. "Apa maksud loe?"bentak Selena tak suka. "Loe bentak gue..!!!” "Gue cemburu. Loe ngeliatin cewek lain."Kesal Selena. "Mata, mata gue. Masalah buat loe."Ketus Jean beranjak meninggalkan Selena. "Loe mau kemana?"Selena memegangi tangan Jean. "Tentu saja menemui bidadari gue."Jean menyentakkan tangan Selena. "Gue pacar loe. Tolong hargai gue."seru Selena menjadi pusat perhatian termasuk Selvy ikut melihat ke arah mereka. "Jangan mimpi loe jadi pacar gue."Jean tersenyum mengejek. "Lalu kemarin....."lirih Selena menahan tangis. "Kemarin apa?"Jean menaikkan sebelah alisnya. "Bukankah kita jadian."Air mata Selena sudah membanjiri pipi mulusnya. Jean tertawa. "Sorry gue gak pernah cinta sama loe. Bye..."Jean pergi meninggalkan Selena begitu saja. "Jean...."seru Selena tak peduli tatapan dari orang-orang yang melihatnya. Sedangkan Jean berjalan santai mengabaikan Selena. Tadinya ingin menemui Selvy, tapi akhirnya Jean memilih pulang. "Ck dasar berondong kampret."Umpat Selvy geleng-geleng kepala. "Kaya pernah liat."Gumam Sonia. "Gak penting. Yuk mari babe kita lanjut shopping,” "Tapi tuh berondong cucok babe."Sonia memandangi punggung Jean yang terus menjauh. "Percuma gak ada duitnya."Selvy memandang Jean remeh. "Hahaha matre loe emang gak ketulungan."Sonia tertawa. "Hidup itu butuh uang, emang loe mau cuma di kasih makan cinta."Selvy melanjutkan kembali kegiatannya berburu diskonan. "Ya ogah gue. Bisa mati."Sonia mengikuti Selvy. Selena menatap benci pada Selvy, Selena meraih gelas yang ada di mejanya dan berjalan cepat ke arah Selvy. Byurrrrr...... "Shit....."umpat Selvy marah. "Dasar tante-tante gatel gak tau malu."Maki Selena berapi-api. "Heh bicth jaga ucapan loe.”Kesal Selvy mengibas-kibaskan bajunya yang basah. "Tante gak punya kaca ya. Tante itu udah tua, sadar diri. Jangan kegatelan ngegoda pacar gue."Selena menjambak rambut Selvy. "Dasar gila, siapa pacar loe aja gak tau."Selvy balas menjambak rambut Selena. "OMG hello lepasin.... little bicth."Sonia mendorong Selena sampai terjatuh. "Awas....!!!gue bakal bikin perhitungan dengan kalian."Ancam Selena. "You crazy." Ucap Selvy hendak menampar pipi Selena namun tangannya di tahan oleh seorang. "Heh you...lepas..!!."seru Selvy melihat ke arah orang yang mencekal tangannya. "Dia adik gue. Maafin dia,"ucap Adrian. "Adik loe?" Selvy mengernyitkan keningnya. Karena yang Selvy tau, Adrian tidak punya adik. "Adik tiri." Jelas Adrian. "Urus adik loe itu. Jangan muncul di hadapan gue lagi."Selvy menatap Adrian tajam kemudian melihat ke arah Sonia," kita pulang. Mood gue ancur gara-gara tuh little bicth." Sonia hanya mengangguk mengikuti Selvy. Selvy tak habis pikir kenapa dirinya sial gini. Mana mungkin dirinya di tuduh merayu si berondong kampret tentu saja Jean tidak masuk list sebagai targetnya membuat Selvy kesal. "Dasar berondong kampret, loe selalu saja buat gue sial."umpat Selvy dalam hati.  
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD