Dingin malam hari membawa Irish terbang. Mendarat di pulau mimpi yang begitu tenang dan damai. Melupakan semua yang berkecamuk di dalam pikirannya. Luntur bersama tubuhnya yang tertidur miring di atas sofa ruang tunggu ruang VVIP tempat Markus dirawat. Rasa bersalah dan tanggung jawab atas apa yang menimpa Markus membuatnya sampai tidak berselera untuk makan. Sejak kejadian sore itu, sejak ia bergabung bersama rombongan pasukan Agus untuk mencari Markus di sekeliling pasar ia belum juga makan. Jangankan untuk makan, untuk sekedar mandi atau berganti pakaian saja ia tidak lagi berselera. Ia punya tenaganya, terbesit juga di dalam kepalanya untuk melakukan itu barang setengah jam meninggalkan Markus di ruangan ini. Namun ia tak pernah berhasil menundukkan hatinya. Energinya terkuras ha

