Melancarkan Rencana

1759 Words

Dokter Tomi menatap Markus tidak yakin. Menghela napas panjang, memijat dahinya. “Lu tahu kan risikonya buat gue kalau sampe ngasih tahu lo soal ini?”   Ruangan kantor yang dingin, percakapan yang mengaduk-aduk perasaan. Markus tak tahu harus menjawab pertanyaan itu dengan apa. Mengusap wajah kusutnya, menggelengkan kepala putus asa.   “Gua nggak punya pilihan lain, Tom. Tolong, beri gua kesempatan itu. Gua pengen liat dengan mata kepala gua sendiri jasad Rama. Itu pun juga kalau belum dikubur,” jawab Markus pendek.   “Dia masih ada di loker kamar rumah sakit.” Dokter Tomi tak lagi bisa menahan dirinya. Mengawasi sekitar, menelisik beberapa sudut ruangan. “Semoga ruangan ini tak ada alat penyadap yang bisa membocorkan ini pada petugas itu.”   “Jadi benar, Rama belum dikubur?”  

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD