Suara sepatu yang mengetuk lantai terdengar lagi. Dari yang hanya kecil dan pelan lambat laun semakin jelas. Hingga pria dengan seragam dokter serba putih itu muncul lagi di belakang Markus. “Gimana, Tom? Elle? Elle apa ada luka serius?” Markus berdiri, wajahnya pucat, bayangan terakhir tubuh Elle kembali melintas. Membuatnya terpukul dan merasa bersalah. Dokter Tomi menghela napas panjang, melepas kaca matanya, memasukkannya ke dalam saku. “Untung saja tidak parah, tidak ada cedera serius. Tapi memang efek benturan itu mengenai tulang punggung langsung, jadi sekarang mungkin ia belum bisa bergerak bebas. Dan rasanya pasti sangat ngilu.” “Oh syukurlah,” ucap Markus. Tersenyum kecut, meremas wajahnya yang juga tak kalah berantakan. Mata Dokter Tomi berpindah, mengamati pu

