Semoga.

1646 Words

Satu bulan setelah tragedi itu. Tiga puluh hari kurang lebih, setelah Markus melawan dua orang yang mengepungnya di Pasar Kramasem. Dua puluh delapan hari setelah ia dirawat di rumah sakit tempt Dokter Tomi bertugas. Sebuah lembar perjalanan baru telah dibuka. Matahari terbit di ufuk timur. Cahaya jingganya saling susun. Teranyam rapi serupa tikar dari daun pandan. Tirai-tirai yang turun dari langit. Secepat cahaya mendarat di tembok-tembok kaca gedung-gedung tinggi. Termasuk jendela lantai dua rumah merah milik Markus. Cahaya jingga yang akhirnya membuka matanya setelah dua kali dering jam beker gagal membangunkannya. Melenguh, menggeliat di bawah selimutnya. Membuka lembaran kain tebal itu. Menyibak, menyingkirkannya dari tubuhnya. Karena sadar ia tidak punya banyak waktu, buru-b

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD