“Ehm ... sepertinya itu nggak penting yah. Panggil Jane saja, so–soal nama belakang,” ucap Jane. Suaranya bergetar, menggigit bibir bawah. Wajah gadis itu sedikit pucat ketakutan. Melihat hal itu sontak saja membuat Irish keheranan. Menatap Elle dan Jane bergantian, mengerutkan kening tak mengerti tentang apa yang sebenarnya terjadi. “Ke–kenapa Jane? Ada yang aneh memang dengan nama belakang lo?” Jane yang tersudut menundukkan kepala, rambut jingga kemerahannya ikut jatuh tergerai. “Iya apa pun itu kita harus menghargai dia dong, Rish. Kan nama belakang juga privasi dia, ya kan Jane?” Elle mengambil alih percakapan. Aktingnya makin sempurna saat kemudian berpindah. Menjajari gadis itu, merangkul pundaknya. “Hehe ... iya, El. Ada aib sejarah negara dalam nama belakang

