‘Tok ... Tok ... Tokk ...!!!’ Ciuman mereka terpaksa harus berakhir. Suara ketukan pintu membuat Elle seketika menarik bibirnya dari bibir Markus. Merunduk, membuang muka. Sementara Markus baru membuka mata. Memutar tubuhnya, melangkah, berjalan ke arah pintu. Gagang pintu berputar, papan kayu itu terbuka pelan-pelan. Seorang pelayan tersenyum hangat ke arah Markus. Berdiri mematung dengan membawa dua setel pakaian di tangannya. “Kamar Tuan Markus ya?” Markus balas tersenyum, mengangguk mengiyakan. Menerima dua setel pakaian yang dibawa pria itu. Beberapa saat sebelum ia menundukkan badan, mengucapkan selamat tinggal dan selamat bersenang-senang. Markus memutar badannya lagi. Menutup pintu di belakangnya, tak lupa dua kali memutar kunci yang masih menancap di sana.

