Malam itu terasa lebih sunyi dari biasanya. Angin berhembus pelan di luar jendela, membawa udara yang sedikit lebih dingin. Di dalam kamar, lampu sudah dimatikan sejak tadi. Hanya cahaya redup dari luar yang masuk tipis, menerangi sebagian ruangan. Nayara terbaring dengan posisi miring, mencoba mencari posisi ternyaman seperti yang biasa ia lakukan beberapa minggu terakhir. Namun malam ini… berbeda. Ia membuka mata perlahan. Perutnya terasa mengeras. Tidak terlalu sakit, tapi cukup membuatnya terdiam. Nayara menarik napas pelan, tangannya langsung menyentuh perutnya. “Hmm…” Beberapa detik ia hanya diam, menunggu. Rasa itu perlahan mereda. Ia menghela napas. “Mungkin sama kayak kemarin…” gumamnya pelan. Ia mencoba kembali memejamkan mata. Namun belum sempat benar-benar tertidur, rasa itu

