Tanpa Jarak

1094 Words

Malam itu terasa lebih tenang dari biasanya. Setelah makan malam sederhana dan obrolan ringan, Nayara berdiri di depan cermin kamar, melepas antingnya perlahan. Raka berdiri di ambang pintu, memperhatikannya tanpa suara. Ada sesuatu dalam cara Nayara bergerak yang membuat Raka merasa bahwa dia lebih santai dan nyaman. "Kamu kenapa lihatnya begitu?” tanya Nayara tanpa menoleh, saat Raka terus memperhatikannya. Raka tersenyum kecil dan menjawab, “Karena kamu kelihatan beda.” Nayara bertanya lagi, “Beda gimana?” Raka menjawab, “Lebih... pulang." Nayara menoleh pelan dan tatapan mereka bertemu di pantulan cermin. Tidak ada canggung, tidak ada bayangan masa lalu yang mengganggu. Hanya dua orang yang akhirnya benar-benar hadir. Raka melangkah mendekat dan tangannya terangkat, ragu sesaat, lalu

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD