Kenangan Hujan

1236 Words

Raka duduk di sofa, menatap secangkir kopi yang mulai dingin. Suara pintu depan yang tertutup menandakan Nayara pergi belanja, meninggalkannya sendirian di rumah yang terasa lebih sepi dari biasanya. Ia merasa sedikit kesepian tanpa kehadiran Nayara, tapi ia tidak bisa menyalahkan Nayara karena pergi, karena itu adalah hal yang biasa mereka lakukan bersama, hanya saja kali ini Nayara pergi sendirian. Ia meletakkan cangkir itu, lalu menunduk, membiarkan pikirannya mengembara. Ia teringat satu sore hujan di apartemen lama. Mantannya berdiri di dekat jendela, menatap tetes hujan yang menetes di kaca. Mereka berdua diam, suasana penuh ketegangan. Raka ingin mengatakan sesuatu, tapi kata-kata terasa tersangkut di tenggorokannya. Ia ingat betapa sulitnya mengungkapkan perasaan pada saat itu. "

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD