Rumah Yang Berbeda

1011 Words

Rumah itu masih sama seperti dulu. Tidak ada perubahan pada susunan ruang, warna dinding, atau perabotan yang sudah lama digunakan. Tapi pagi itu terasa berbeda. Lebih hidup. Lebih penuh. Dan lebih ramai, meski tidak banyak suara. Di dalam kamar, Nayara duduk di tepi tempat tidur sambil menggendong bayi kecil. Bayi itu bernama Arka. Nama itu masih terasa baru di lidahnya, tapi setiap kali ia mengucapkannya dalam hati, ada perasaan hangat yang memenuhi dadanya. "Arka…” bisiknya pelan. Bayi itu terlelap dengan napas yang halus dan teratur. Nayara menatapnya lama, masih sulit dipercaya bahwa beberapa hari yang lalu ia masih menunggu, dan sekarang ia sudah menjadi ibu. Di luar kamar, suara langkah kaki terdengar pelan. Raka muncul dengan dua gelas air hangat di tangannya. Ia melihat Nayar

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD